Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Trump Iming-Iming Setiap Warga Greenland Rp16 Miliar agar Mau Gabung Amerika
Advertisement . Scroll to see content

Inggris Peringatkan Ancaman Serangan Lebih Lanjut di Sekitar Bandara Kabul

Jumat, 27 Agustus 2021 - 14:20:00 WIB
Inggris Peringatkan Ancaman Serangan Lebih Lanjut di Sekitar Bandara Kabul
Ambulans dan warga mengangkut para korban bom bunuh diri di dekat Bandara Kabul, Afghanistan, Jumat (26/8/2021). (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id – Ancaman serangan lebih lanjut di sekitar Bandara Kabul diprediksi meningkat tatkala pasukan militer Barat semakin dekat untuk meninggalkan Afghanistan. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace, hari ini.
 
Dia mengatakan, ledakan pada Kamis (26/8/2021) kemarin, yang menewaskan 85 orang tidak akan mempercepat kepergian orang-orang Inggris dari negara itu. Penutupan pusat proses evakuasi di Baron Hotel dekat bandara berlangsung sesuai jadwal, katanya.

“Ancaman (serangan berikutnya) itu jelas akan tumbuh di saat semakin dekat kepergian kami (Inggris),” katanya kepada Sky News

“Narasinya akan selalu begitu, di saat kami pergi, kelompok-kelompok tertentu seperti ISIS akan membuat klaim bahwa mereka telah mengusir AS atau Inggris,” ujar Wallace seperti dikutip kembali Reuters, Jumat (27/8/2021).

Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace. (Foto: Reuters)
Menteri Pertahanan Inggris, Ben Wallace. (Foto: Reuters)

Dua bom bunuh diri mengguncang Kota Kabul, Afghanistan, Kamis (26/8/2021), di tengah kerumuman ribuan orang yang sedang menanti dievakuasi ke luar negeri. Bukan hanya itu, serangan bom dilanjutkan denga penembakan membabi buta.

Puluhan warga sipil Afghanistan dan 13 prajurit Amerika Serikat, tewas. Sementara itu, ratusan lainnya luka. Korban tewas kemungkinan bertambah karena banyak yang terluka parah.

Bom bunuh diri di dekat Bandara Internasional Hamid Karzai itu juga newaskan sedikitnya 28 anggota Taliban. Mereka adalah petugas keamanan yang berjaga di luar bandara untuk mengamankan evakuasi warga.

“Kami kehilangan lebih banyak personel ketimbang Amerika,” kata seorang pejabat Taliban yang meminta namanya tak disebutkan, kepada Reuters.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut