Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Langit Teheran Menghitam Usai Depot Minyak Iran Dihantam Israel, Warga Diminta Tak Keluar Rumah
Advertisement . Scroll to see content

Nah, Trump Sebut Iran Punya Rudal Tomahawk yang Digunakan Tembak Sekolahan

Selasa, 10 Maret 2026 - 07:55:00 WIB
Nah, Trump Sebut Iran Punya Rudal Tomahawk yang Digunakan Tembak Sekolahan
Donald Trump kukuh menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah putri di Kota Minab yang menewaskan 160 siswi (Foto: Mehr)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kukuh menuduh Iran bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah putri di Kota Minab pada 28 Februari lalu. Serangan brutal tersebut menewaskan 160 siswi lebih.

Bukti-bukti terverifikasi berupa video serta hasil analisis pakar mengungkap, sekolah tersebut hancur lebur setelah dihantam rudal jelajah Tomahawk. Diketahui, hanya AS yang menggunakan rudal tersebut dalam perang sejak 28 Februari lalu, bahkan Israel pun tidak.

Trump mengatakan, tragedi di sekolah khusus putri tersebut sedang diselidiki.

"Sedang diselidiki saat ini," kata Trump, kepada wartawan, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (10/3/2026).

Trump menyebut Iran diduga memiliki persediaan rudal Tomahawk yang kemudian digunakan untuk menembak sekolah. Namun dia tak menyebutkan dari mana Iran memperolehnya.

"Saya, tentu saja, apa pun yang ditunjukkan laporan itu, saya bersedia menerima laporan itu," ujarnya.

Sebelumnya Trump menyebut sekolah tersebut hancur akibat tembakan amnusi Iran yang tak akurat. 

“Itu dilakukan oleh Iran. Amunisi mereka sangat tidak akurat,” kata Trump pada akhir pekan lalu.

Namun video yang beredar dan telah diverifikasi mengungkap, proyektil yang menghantam bangunan sekolah adalah rudal Tomahawk yang jelas-jelas hanya digunakan AS dalam perang tersebut. Serangan AS itu yang justru diduga tidak akurat. Target sebenarnya diyakini markas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang lokasinya bersebelahan dengan sekolah tersebut.

Temuan kelompok media investigasi yang berbasis di Belanda, Bellingcat, menyimpulkan AS kemungkinan besar harus bertanggung jawab atas serangan terhadap sekolah perempuan tersebut.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut