Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp18.091 per Dolar AS, Ini Pemicunya
Advertisement . Scroll to see content

Ini Isi Surat Trump ke Kongres, Jelaskan Alasan AS Serang Iran Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:09:00 WIB
Ini Isi Surat Trump ke Kongres, Jelaskan Alasan AS Serang Iran Lagi
Donald Trump mengirim surat ke Kongres AS, memberi tahu operasi militer terhadap Iran dimulai kembali (Grafis: iNews.id/AI)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika SerikatDonald Trump secara resmi memberi tahu Kongres AS, operasi militer terhadap Iran telah dimulai kembali. Pemberitahuan tersebut disampaikan melalui surat kepada para pemimpin Kongres yang menjelaskan alasan, sasaran, serta ruang lingkup serangan militer AS terhadap Iran.

Dalam surat tertanggal 10 Juli 2026, Trump menyatakan operasi militer dimulai pada 7 Juli setelah Iran dituduh menyerang sejumlah kapal dagang berbendera netral yang melintasi Selat Hormuz pada 6-7 Juli. Menurut Trump, serangan itu terjadi meski kedua negara sebelumnya telah menyepakati nota kesepahaman (MoU) gencatan senjata pada 17 Juni.

Gedung Putih menjelaskan, surat tersebut merupakan pemberitahuan resmi kepada Kongres terkait dimulainya operasi militer terhadap Iran. Beberapa media AS yang mengutip sumber pejabat Gedung Putih melaporkan bahwa Kongres telah menerima pemberitahuan tersebut pada pekan lalu.

Dalam suratnya, Trump menegaskan, MoU gencatan senjata yang disepakati sebelumnya mewajibkan Iran menggunakan "upaya terbaik" untuk menjamin jalur aman bagi kapal-kapal dagang yang berlayar dari Teluk Persia menuju Laut Oman melalui Selat Hormuz.

"Terlepas dari komitmen ini, Iran kembali menyerang beberapa kapal dagang berbendera netral yang melintasi Selat Hormuz antara 6-7 Juli 2026," tulis Trump, dalam surat tersebut.

Dia menjelaskan, serangan yang dilakukan militer AS ditujukan sebagai tindakan defensif untuk melindungi kepentingan dan keamanan pelayaran internasional. Sasaran operasi meliputi lokasi peluncuran rudal, sistem pertahanan udara, aset militer maritim, infrastruktur pendukung, serta fasilitas komando dan kendali milik Iran.

Dia menegaskan operasi tersebut dilakukan secara terbatas dan terukur. Menurutnya, serangan telah direncanakan dengan cermat guna meminimalkan risiko korban sipil.

“Angkatan Darat AS tidak terlibat dalam serangan ini,” tulis Trump.

Pemberitahuan kepada Kongres menjadi langkah penting karena undang-undang AS membatasi kewenangan presiden untuk melakukan perang tanpa persetujuan legislatif. Berdasarkan aturan tersebut, presiden hanya dapat menjalankan operasi militer terhadap negara lain selama maksimal 60 hari tanpa persetujuan Kongres.

Sebelumnya, agresi militer AS yang didukung Israel terhadap Iran sejak Februari 2026 dilakukan tanpa persetujuan resmi dari Kongres. Karena itu, setelah batas waktu 60 hari terlampaui, pemerintahan Trump diwajibkan meminta atau setidaknya melaporkan dasar hukum dan alasan dilanjutkannya operasi militer kepada para anggota Kongres.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut