Ini Penyebab Badai Musim Dingin Dahsyat yang Lumpuhkan AS
Ancaman Setelah Badai Berlalu
Bahaya tidak berhenti saat badai mereda. Pihak berwenang memperingatkan bahwa cuaca dingin ekstrem yang mengancam nyawa masih akan berlangsung selama sepekan ke depan, terutama di wilayah Dataran Utara dan Midwest Atas.
Suhu akibat embusan angin bahkan diperkirakan bisa mencapai minus 45 derajat Celsius, kondisi yang dapat menyebabkan radang dingin hanya dalam hitungan menit.
Kaitan dengan Perubahan Iklim
Sejumlah ilmuwan menilai meningkatnya frekuensi gangguan pusaran kutub seperti ini kemungkinan berkaitan dengan perubahan iklim. Pemanasan global di kawasan Arktik diyakini melemahkan kestabilan pusaran kutub, sehingga lebih sering “bocor” dan mengirim udara dingin ekstrem ke wilayah berpenduduk padat seperti Amerika Serikat.
Akibatnya, cuaca musim dingin ekstrem tidak hanya menjadi lebih sering, tetapi juga lebih luas dan lebih merusak, seperti yang kini tengah dialami AS.
Editor: Anton Suhartono