Irak Khawatir Perang Meluas jika Gencatan Senjata di Gaza Tidak Permanen
BAGHDAD, iNews.id - Irak melihat risiko konflik regional jika gencatan senjata saat ini di Gaza tidak permanen. Serangan Israel sudah menewaskan lebih dari 15.000 warga Gaza.
Saat ini, konflik sudah melabar ke Lebanon. Kelompok syiah Hizbullah terus menggempur perbatasan Israel.
Serangan juga menargetkan tentara Amerika Serikat. Beberapa faksi bersenjata Irak bertanggung jawab atas serangan-serangan terbaru, termasuk Kataib Sayyid Al-Shuhada dan Kataeb Hizbullah.
Kelompok bersenjata itu akan mematuhi gencatan senjata di Gaza tetapi mengindikasikan bahwa mereka akan melanjutkan serangan jika gencatan senjata berakhir.
Melansir dari Arab News, Selasa (28/11/2023), kelompok bersenjata di Irak tetap berusaha untuk mengusir pasukan AS dari Irak. Ada sekitar 2.500 tentara AS dalam misi yang dikatakan AS bertujuan untuk memberi nasihat dan membantu pasukan Irak melawan sisa-sisa ISIS.