Iran Ancam AS: Timbunlah Bahan Bakar, Anda Akan Lewati Bulan-Bulan yang Kelam!
TEHERAN, iNews.id - Iran melontarkan ancaman keras kepada Amerika Serikat (AS) setelah serangan terbaru militer Negeri Paman Sam. Wakil Presiden Iran Mohammad Reza Aref memperingatkan AS agar bersiap menghadapi dampak ekonomi yang berat dalam beberapa bulan ke depan.
Aref bahkan menyarankan warga dan pemerintah AS menimbun bensin atau bahan bakar yang banyak. Dia memperingatkan, ekonomi Amerika akan menghadapi "bulan-bulan yang kelam" sebagai konsekuensi dari tindakan militer Washington terhadap Iran.
"Amerika harus mempertimbangkan untuk menimbun bensin atau bahan bakar, bulan-bulan yang kelam menanti ekonomi Amerika," kata Aref, dalam unggahan di media sosial X, dikutip Sabtu (5/9/2026).
Tak hanya mengancam dampak ekonomi, Aref mengatakan Iran akan memberikan respons militer yang lebih dahsyat jika AS kembali menyerang. Menurut dia, serangan Iran terhadap pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah selanjutnya akan dilakukan dengan strategi asimetris dan berlapis-lapis.
"Kejahatan AS baru-baru ini terhadap negara Iran telah mengubah perhitungan keamanan dan doktrin pertahanan kami. Mulai sekarang, tanggapan kami akan bersifat asimetris, berlapis-lapis, dan bertujuan merampas keamanan dari agresor," ujarnya.
Meski demikian, Aref tidak menjelaskan secara terperinci bentuk serangan yang dipersiapkan Iran. Dia juga tidak mengungkap bagaimana Teheran akan menyebabkan gangguan pasokan bahan bakar hingga berdampak terhadap perekonomian AS.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika ketegangan antara Iran dan AS kembali meningkat. Eskalasi terbaru juga memicu kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi serta jalur pelayaran melalui Selat Hormuz yang merupakan salah satu jalur utama pengiriman energi dunia.
Editor: Anton Suhartono