Iran Bersumpah Bikin Pangkalan Militer AS di Timur Tengah seperti Neraka
Militer kedua negara terlibat saling serang setelah AS menuduh Iran melanggar nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan menyerang kapal kargo di Selat Hormuz pada Kamis (25/6/2026). Iran berdalih kapal kargo yang diserang menggunakan drone pada Kamis maupun pada Sabtu tak mengantongi izin.
Kantor berita Tasnim melaporkan, Angkatan Laut dan Angkatan Udara IRGC melancarkan serangan rudal dan drone ke pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain. Tak ada penjelasan rinci mengenai target-target serangan tersebut.
Menurut IRGC, serangan AS ke Iran merupakan pelanggaran gencatan senjata serta bertentangan dengan MoU kedua negara yang diteken Presiden Donald Trump dan Masoud Pezeshkian pada 17 Juni lalu.
Iran juga menegaskan, serangan berkelanjutan militer AS bisa menghentikan proses diplomatik untuk menyelesaikan konflik. AS dan Iran sedang terlibat negosiasi lanjutan untuk mengakhiri konflik secara permanen.
"Pelanggaran gencatan senjata bertentangan dengan ketentuan pertama Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad dan akan menyebabkan penghentian total semua proses diplomatik," bunyi pernyataan IRGC.
Editor: Anton Suhartono