Iran Bikin Rudal Balistik Hipersonik, Ancaman bagi AS dan Israel

Anton Suhartono ยท Kamis, 10 November 2022 - 18:25:00 WIB
Iran Bikin Rudal Balistik Hipersonik, Ancaman bagi AS dan Israel
Ilustrasi Iran tengah membuat rudal balistik hipersonik (Foto: Reuters)

DUBAI, iNews.id - Iran segera memiliki rudal balistik berkecepatan hipersonik. Pengumuman ini disampaikan komandan kedirgantaraan Garda Revolusi Islam Iran sepekan setelah negara itu menguji coba roket Ghaem 100 untuk mengirim satelit komunikasi ke orbit.

Amerika Serikat (AS) curiga uji coba itu hanya kedok dari tujuan utama Iran meluncurkannya, yakni menguji coba pendorong untuk rudal balistik. Pasalnya sistem roket untuk kendaraan luar angkasa mirip dengan rudal balistik yang membawa hulu ledak.

“Rudal ini memiliki kecepatan tinggi dan dapat bermanuver masuk dan keluar dari atmosfer. Ini bisa menargetkan sistem anti-rudal canggih musuh dan menjadi lompatan besar di bidang rudal,” kata komandan Garda, Amir Ali Hajizadeh, kepada kantor berita Tasnim.

Rudal hipersonik bisa melesat setidaknya lima kali kecepatan suara (5 mach atau sekitar 6.100 km per jam) pada lintasan yang kompleks, sehingga sulit untuk dicegat oleh sistem pertahanan udara.

Namun, sejauh ini belum ada laporan bahwa Iran sudah pernah menguji coba rudal semacam itu.

Pekan lalu, Iran menguji coba Ghaem 100 dengan roket yang bekerja dengan tiga tahap pelepasan. Sistem ini memungkinkan roket untuk menjelajah lebih jauh. Roket tersebut bisa membawa satelit komunikasi seberat hingga 80 kg pada ketinggian 500 km dari permukaan bumi.

Uji coba itu disebut AS sebagai tindakan yang mengganggu stabilitas.  Sementara Iran berkali-kali membantah mengembangkan senjata nuklir, melainkan hanya untuk memenuhi kebutuhan energinya.

Perkembangan Iran dalam bidang senjata menjadi ancaman bagi AS serta sekutunya di Timur Tengah, termasuk Israel dan Arab Saudi. AS dan Iran mencurigai Iran mengembangkan senjata nuklir, terutama setelah Negeri Paman Sam keluar dari kesepakatan bersama JCPOA pada 2018 atau pada masa pemerintahan Donald Trump. Upaya untuk AS kembali ke kesepakatan di pemerintahan Joe Biden masih menemui jalan buntu.

Editor : Anton Suhartono

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda