Iran Gempur Kantor-Kantor Diplomatik AS di Timur Tengah, Nilai Kerusakan Capai Rp3,3 Triliun
WASHINGTON, iNews.id - Iran menyerang kantor misi diplomatikAmerika Serikat (AS) di beberapa negara Timur Tengah selama pecahnya perang sejak 28 Februari lalu. Kerusakan yang ditimbulkan dari serangan rudal maupun drone Iran mencapai 184 juta dolar AS atau sekitar Rp3,3 triliun.
"Fasilitas diplomatik AS di empat negara: Irak, Kuwait, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab, mengalami kerusakan fisik akibat serangan Iran. Perkiraan biaya kerusakan sekitar 184 juta dolar AS," bunyi pernyataan Lead Inspespector General, seperti dilaporkan kantor berita Rusia, RIA Novosti, Rabu (16/9/2026).
Fasilitas diplomatik AS di Irak mengalami kerusakan paling parah. Selama periode pelaporan, yakni 1 April-30 Juni, fasilitas tersebut menjadi lebih dari 600 serangan.
Target serangan termasuk Konsulat Jenderal di Erbil, Kedutaan Besar di Baghdad, dan kantor bantuan diplomatik dekat Bandara Internasional Baghdad.
Fasilitas-fasilitas ini menyumbang sebagian besar kerusakan, dengan total lebih dari 157 juta dolar.
Sementara itu kerusakan kantor misi diplomatik AS di Kuwait mencapai hampir 15 juta dolar, di Arab Saudi 11,5 juta dolar, dan Uni Emirat Arab (UEA) 125.000 dolar.
"Fasilitas diplomatik AS di Bahrain, Israel, Yordania, Lebanon, dan Oman tidak mengalami kerusakan apa pun," bunyi dokumen.
Selain itu, Departemen Luar Negeri (DeplU) AS memperkirakan, biaya kerugian tidak langsung diakibatkan penundaan pembangunan di fasilitas beberapa negara Timur Tengah mencapai 24,5 juta dolar per bulan.
Militer AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan ke berbagai pangkalan AS di Timur Tengah serta tentunya Israel. Perang belum benar-benar berakhir meski AS dan Iran meneken MoU gencatan senjata pada pertengahan Juni.
Editor: Anton Suhartono