Iran Ingatkan Selat Hormuz hanya Dibuka Bebas 60 Hari, selanjutnya...
TEHERAN, iNews.id - Iran mengingatkan, Selat Hormuz hanya dibuka bebas selama 60 hari, sesuai nota kesepahaman (MoU) perjanjian damai dengan Amerika Serikat (AS). Setelah itu, nasib status jalur perairan strategis tersebut bergantung dari hasil negosiasi lanjutan dengan AS.
Ketua parlemen yang juga kepala juru runding negosiasi dengan AS, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan Iran tidak akan pernah melepaskan haknya di Selat Hormuz.
Dia menjelaskan, serangan Iran ke pangkalan-pangkalan militer AS di Timur Tengah sebagai respons atas pelanggaran perjanjian damai dengan AS. Serangan itu juga terkait dengan lalu lintas kapal komersial di Selat Hormuz.
"Dalam pelanggaran gencatan senjata terbaru, pangkalan AS di Bahrain dan Kuwait menjadi sasaran," katanya, dalam pernyataan di akun Telegram, dikutip Rabu (1/7/2026).
Dia melanjutkan serangan tersebut menunjukkan Iran serius dalam menerapkan MoU yang telah ditandatangani presiden kedua negara.