Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Didepak dari Tur Konser Ed Sheeran, Rapper Macklemore Sumbang Rp18 Miliar untuk Palestina
Advertisement . Scroll to see content

Iran Klaim Tak Satu pun Pangkalan Militer AS di Teluk Beroperasi Setelah Diserang

Kamis, 17 September 2026 - 12:38:00 WIB
Iran Klaim Tak Satu pun Pangkalan Militer AS di Teluk Beroperasi Setelah Diserang
Iran mengeklaim tak satu pun pangkalan militer AS di Teluk yang masih beroperasi setelah diserang habis-habisan pasukannya (Foto: CBS News)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran mengeklaim tak satu pun pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk yang masih beroperasi setelah diserang habis-habisan pasukan Iran pekan lalu.

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyebut serangan tersebut merupakan bagian dari operasi pencegahan yang tidak hanya menyasar pangkalan militer AS, tetapi juga kapal perang dan kapal dagang AS yang dianggap melanggar aturan Iran.

"Tak satu pun pangkalan militer AS di Teluk yang beroperasi," kata Ali Mohammadi, deputi urusan politik Angkatan Laut IRGC, seperti dikutip kantor berita Fars, Kamis (17/9/2026).

Mohammadi juga mengeklaim tidak ada satu pun militer asing yang berada di Selat Hormuz maupun Teluk Oman selama berbulan-bulan. Menurut dia, keberadaan pasukan asing di kawasan tersebut akan menghadapi serangan hebat dari militer Iran.

Klaim tersebut disampaikan di tengah ketegangan dengan AS terkait kendali atas Selat Hormuz. Presiden AS Donald Trump berulang kali mengeklaim bahwa pasukannya mengendalikan jalur perairan strategis yang menjadi salah satu jalur utama pasokan energi dunia tersebut.

Iran justru membantah klaim Trump. Angkatan Laut IRGC menegaskan mereka mengawasi dan mengendalikan secara penuh Selat Hormuz, Teluk, serta Teluk Oman.

Mohammadi bahkan menantang AS untuk membuktikan klaim tersebut dengan mengirimkan kapal perang mendekati wilayah perairan yang berada dalam pengawasan Iran.

"Jika memang demikian, silakan, bawa salah satu kapal perang Anda hingga jarak 100 km," ujar Mohammadi.

Dia mengatakan militer AS sebenarnya memahami risiko jika kapal-kapal perang mereka mendekati kawasan tersebut. Menurut dia, hal itu telah terlihat dalam beberapa hari terakhir ketika Iran melancarkan serangan rudal terhadap beberapa kapal destroyer AS.

Menurut dia, kapal-kapal yang berlayar dari Kuwait dan Bahrain juga dipantau secara ketat oleh Angkatan Laut IRGC. Kapal yang dianggap melanggar aturan Iran akan ditindak tegas.

Sementara itu, Trump sebelumnya mengatakan pasukan AS telah mengendalikan Selat Hormuz. Awal September, dia menyebut militer AS menguasai jalur strategis tersebut sekaligus mengeklaim telah menyerang 28 kapal dagang Iran.

Pada 9 September, Trump kembali menyatakan AS memenangkan perang melawan Iran dan menegaskan kembali kendali Washington atas Selat Hormuz. Dia bahkan mengusulkan agar nama Selat Hormuz diubah menjadi Selat Trump.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut