Iran Mengaku Tembak Jatuh Pesawat: Ukraina Tuntut Hukuman, Permintaan Maaf dan Kompensasi

Nathania Riris Michico ยท Sabtu, 11 Januari 2020 - 15:33:00 WIB
Iran Mengaku Tembak Jatuh Pesawat: Ukraina Tuntut Hukuman, Permintaan Maaf dan Kompensasi
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menuntut agar Iran menghukum mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya sebuah pesawat Ukraina (FOTO: AFP Photo / Sergei SUPINSKY)

KIEV, iNews.id - Presiden Volodymyr Zelensky menuntut Iran menghukum mereka yang bertanggung jawab atas jatuhnya sebuah pesawat Ukraina. Dia juga menuntut pelaku membayar kompensasi dan meminta maaf.

Iran sebelumnya mengaku Angkatan Bersenjata tak sengaja menembak jatuh pesawat penumpang Ukraina.

"Kami mengharapkan Iran membawa yang bersalah ke pengadilan," tulis pemimpin Ukraina itu di Facebook, seperti dilaporkan AFP.

Dia juga menyerukan adanya pembayaran kompensasi dan pengembalian jasad para korban.

Iran mengakui pada Sabtu (11/1/2020) bahwa pihaknya secara tidak sengaja menembak jatuh pesawat Ukraine International Airlines (UIA), menewaskan semua 176 orang di pesawat, tak lama setelah meluncurkan rudal di pangkalan yang menampung pasukan AS di Irak.

"Kami berharap penyelidikan akan dilakukan tanpa penundaan yang disengaja dan tanpa halangan," kata Zelensky.

BACA JUGA:

Akhirnya, Iran Mengaku Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina

Angkatan Bersenjata Tembak Pesawat Ukraina, Menlu Iran Minta Maaf dan Ucapkan Penyesalan

Tak Sengaja Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Iran: Bencana Ini karena Ulah AS

Presiden Iran Rouhani: Tembak Jatuh Pesawat Ukraina Adalah Kesalahan Tak Termaafkan

Dia mendesak akses total ke penyelidikan diberikan untuk 45 ahli dari Ukraina, serta menuntut permintaan maaf resmi.

Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan sebelumnya bahwa Iran sangat menyesali kesalahan ini.

Ketua UIA Yevhenii Dykhne juga memposting di Facebook, mengatakan: "Kami tidak pernah ragu kru kami dan pesawat kami bisa menjadi penyebab bencana mengerikan ini. Mereka adalah yang terbaik."

Ukraina menyatakan, para ahli yang dikirim ke Iran sudah diberikan akses ke kotak hitam, puing-puing pesawat, lokasi kecelakaan, serta rekaman percakapan antara pilot dan menara pengawas bandara.

Kantor berita resmi IRNA Iran menerbitkan pernyataan dari militer yang menyebut Boeing 737 dikira sebagai pesawat musuh ketika tragedi terjadi.

Iran sudah mengundang Amerika Serikat, Ukraina, Kanada, dan lainnya untuk bergabung dalam penyelidikan kecelakaan.

Mayoritas penumpang pada UIA Penerbangan PS752 dari Teheran ke Kiev adalah warga negara ganda Iran-Kanada tetapi juga termasuk Ukraina, Afghanistan, Inggris, dan Swedia.

Banyak orang Ukraina membandingkan kecelakaan itu dengan jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 2014 yang menewaskan 298 orang di bagian timur Ukraina, tempat separatis pro-Rusia memerangi pasukan pemerintah.

Rusia membantah temuan para penyelidik internasional bahwa misil BUK Rusia mengenai pesawat Malaysia itu.

"Iran sudah menunjukkan dirinya lebih beradab daripada Rusia," tulis anggota parlemen Ukraina pro-barat, Volodymyr Ariev di Facebook.

"Iran mengakui kesalahannya dalam tiga hari sementara Rusia terus berusaha untuk keluar dari masalah itu."

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel: