Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ngeri! Iran Siapkan Senjata Baru Serang Pangkalan-Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Advertisement . Scroll to see content

Iran Siap Buka Blokade Selat Hormuz dalam 7 Hari, Beri Syarat Ini ke AS

Sabtu, 26 September 2026 - 10:12:00 WIB
Iran Siap Buka Blokade Selat Hormuz dalam 7 Hari, Beri Syarat Ini ke AS
Iran mengajukan proposal baru pembukaan kembali Selat Hormuz dalam 7 hari ke depan (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

NEW YORK, iNews.id - Iran mengajukan proposal baru pembukaan kembali Selat Hormuz dalam 7 hari ke depan yang membuka jalan bagi dimulainya kembali perundingan nuklir dengan Amerika Serikat (AS).

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi mengatakan, tawarannya itu berlaku hanya jika AS menerima beberapa syarat yang diajukan Iran.

"Jika syarat-syarat tertentu dipenuhi, Selat Hormuz akan dibuka dalam waktu 7 hari dan perundingan akan dimulai kembali," ujar Araghchi, di sela-sela Sidang Umum PBB di New York, seperti dikutip dari Anadolu, Sabtu (26/9/2026).

Para negosiator AS dan Iran berada di New York untuk menjajaki penghentian permusuhan yang berlangsung sejak 28 Februari secara bertahap. 

Beberapa sumber pejabat AS mengatakan, beberapa poin yang dijajaki adalah pembukaan kembali Selat Hormuz yang imbalannya pencabutan embargo ekonomi AS terhadap Iran.

Jalur perairan strategis bagi pasokan energi dunia itu menjadi alat tawar-menawar utama dalam mengakhiri konflik AS-Iran yang telah berlangsung hampir 7 bulan. Iran menginginkan pelonggaran blokade maritim AS yang melumpuhkan ekonominya. Sementara AS mendesak dibukanya kembali blokade Selat Hormuz yang juga memukul perekonomiannya.

Diplomat senior Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, yang berperan sebagai mediator dalam konflik Timur Tengah, telah bertemu Presiden Iran Masoud Pezeshkian di sela Sidang Umum PBB pada Jumat (25/9/2026) guna membahas deeskalasi dan syarat-syarat untuk dialog.

Pezeshkian mengundang Sheikh Mohammed ke tempatnya menginap di New York guna membahas perkembangan terkini di kawasan serta upaya-upaya untuk meredakan ketegangan dan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi dialog.

Seorang pejabat senior Iran mengatakan, cara paling masuk akal untuk mengakhiri kebuntuan perundingan dengan AS adalah melalui pengaturan bertahap, yakni Iran mengizinkan pelayaran melintasi Selat Hormuz sebagai imbalan atas pencabutan blokade ekonomi oleh AS, serta pencairan aset-aset Iran yang dibekukan. 

"Salah satu jalan keluarnya adalah dengan mengatasi krisis ini secara bertahap. Langkah pertama adalah mengakhiri blokade dan membuka kembali Selat Hormuz," ujar pejabat tersebut.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengungkapkan keyakinannya bahwa AS dan Iran bisa mencapai kesepakatan setelah pemilu paruh waktu AS pada 3 November.

Seorang pejabat senior AS mengatakan, Trump tetap terbuka untuk berdialog dengan Iran dalam kondisi yang sesuai, namun tidak merasa perlu untuk bernegosiasi.

AS, lanjut dia, saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat, yakni memegang kendali atas Selat Hormuz serta kondisi perekonomian Iran yang sedang menuju keruntuhan.

Sementara itu seorang pejabat senior Eropa mengatakan, Iran memiliki daftar tuntutan yang sangat panjang sebagai syarat pembukaan blokade Selat Hormuz.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut