TEHERAN, iNews.id - Iran menyatakan siap perang panjang melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Teheran bahkan mengancam bakal memborbardir AS dan Isarel dengan rudal jenis baru.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Brigadir Jenderal (Brigjen) Ali Mohammad Naeini mengatakan Iran akan memperkenalkan senjata generasi baru yang belum pernah terlihat di medan perang.
Iran Ejek Trump tentang Menyerah Tanpa Syarat dan AS Pilih Pemimpin Tertinggi Berikutnya
"Inisiatif dan senjata baru Iran sedang dalam perjalanan," kata Naeni dikutip dari Press TV, Jumat (6/3/2026).
Dia menekankan gelombang serangan di bawah Operasi Janji Sejati 4 yang dilakukan hingga saat ini hanya menunjukkan sebagian kecil kemampuan Iran yang sebenarnya.
Luhut Prediksi Perang AS-Israel dengan Iran Bisa Berlangsung Lama
"Teknologi ini belum dikerahkan dalam skala besar. Musuh harus mengharapkan pukulan yang menyakitkan di setiap gelombang operasi yang akan datang," tutur dia.
Pengumuman tersebut bertepatan dengan peluncuran serangan rudal Khayber di Tel Aviv yang menunjukkan tingkat presisi yang tinggi.
Kemlu Ungkap Ada 329 WNI di Iran, Mayoritas Pelajar di Qom
Adapun perang 12 hari pada Juni 2025 menjadi pelajaran berharga dalam menyiapkan konflik berikutnya.
Kim Jong Un Pamer Rudal dari Kapal Perang di Tengah Konflik AS-Israel vs Iran Memanas
Ketua Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Larijani mengatakan Iran tidak memulai perang, namun siap sepenuhnya untuk bertahan dari konflik jangka panjang.
“Iran, tidak seperti Amerika Serikat, telah mempersiapkan diri untuk perang yang panjang,” kata Larijani, dalam posting-an di media sosial X.
Kemlu Pastikan Tak Ada WNI Korban Perang AS-Israel Vs Iran, Hanya Terdampak Penerbangan
Larijani menambahkan, selama 300 tahun terakhir Iran berusaha menjadi negara damai, tidak pernah memulai perang.
“Angkatan bersenjata kami yang gagah berani belum pernah terlibat dalam satu pun operasi ofensif, hanya bertindak untuk membela diri," katanya.
Dia bertekad Iran akan dengan gigih mempertahankan diri dan peradabannya yang berusia 6.000 tahun tanpa memedulikan ongkos yang harus dikeluarkan.
Larijani juga berjanji akan memberi pelajaran berharga kepada musuh.
"(Musuh) akan menyesali kesalahan perhitungan mereka,” tulisnya.
Editor: Rizky Agustian