Iran Tawarkan Diri Jadi Juru Damai, Yaman Sentil Teheran: Anda Pemicu Perang!
Tawaran Mediasi Muncul saat Upaya Damai Tersendat
Tawaran Iran muncul ketika Houthi masih menolak sejumlah upaya perdamaian regional dan internasional, termasuk peta jalan yang diajukan Arab Saudi untuk menghidupkan kembali proses politik di Yaman.
Al Zouba menilai kelompok tersebut memanfaatkan peluang deeskalasi untuk menghimpun kembali kekuatan dan persenjataan. Dia mengaitkan kondisi itu dengan dugaan upaya Iran menjadikan konflik Yaman sebagai instrumen untuk memperkuat posisi tawarnya dalam persoalan regional.
“Semua ini tidak bisa dipisahkan dari upaya rezim Iran untuk menggunakan Yaman sebagai alat tawar-menawar,” katanya.
Al Zouba juga menolak penyebutan Houthi sebagai “angkatan bersenjata Yaman”, sebagaimana disebut oleh Iran. Menurut dia, kelompok tersebut tidak mewakili seluruh rakyat Yaman dan tidak memiliki legitimasi untuk mengambil keputusan atas nama negara itu.
Penolakan pemerintah Yaman tersebut memperlihatkan persoalan mendasar yang menghambat upaya mediasi, yakni ketidakpercayaan terhadap peran Iran dalam konflik. Bagi pemerintah Yaman, penghentian dukungan Teheran kepada Houthi merupakan tuntutan utama sebelum Iran dapat dipandang sebagai pihak yang membantu proses perdamaian.
Editor: Anton Suhartono