Iran Tegaskan Siap Perang Habis-habisan Lawan AS, tapi...
TEHERAN, iNews.id - Iran siap perang habis-habisan melawan Amerika Serikat (AS), meski demikian tetap mengedepankan penyelesaian diplomatik. Konflik kedua negara pecah kembali sepakan terakhir, dipicu pengelolaan lalu lintas Selat Hormuz.
Ketua parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan militernya selalu siap untuk berperang. Namu, ketua juru runding negosiasi dengan AS itu juga menekankan perlunya memanfaatkan diplomasi dalam memajukan kepentingan nasional.
"Kami tidak pernah menginginkan perang dan tidak menginginkannya sekarang, tapi kami harus selalu siap untuk berperang serta membela keamanan dan kepentingan nasional hingga napas terakhir," kata Ghalibaf, di akun Telegram, dikutip Kamis (16/7/2026).
"Pada saat yang sama, kita juga harus menggunakan diplomasi dan negosiasi untuk memajukan dan melindungi kepentingan nasional kita," ujarnya, lagi.
Konflik terbaru Iran-AS pecah sejak 7 Juli ditandai dengan pernyataan Presiden Donald Trump yang menyebutkan MoU gencatan senjata telah berakhir. Padahal MoU untuk mengakhiri perang yang berlangsung sejak 28 Februari itu berlaku selama 60 hari, terhitung sejak kedua pihak meneken perjanjian pada 17 Juni lalu.