Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Sebut Nama AS, PM Jepang Takaichi: Cukup Negara Kami yang Dibom Atom!
Advertisement . Scroll to see content

Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hornuz, kecuali...

Minggu, 09 Agustus 2026 - 14:02:00 WIB
Iran Tegaskan Tak Akan Buka Selat Hornuz, kecuali...
Iran menegaskan Selat Hormuz akan terus ditutup sampai AS memenuhi permintaannya (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran menegaskan Selat Hormuz akan terus ditutup sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi permintaannya. Selain itu Iran juga memberi syarat, AS harus mengubah kebijakan permusuhan, jika jalur perairan strategis dunia itu ingin dibuka.

Mohammad Bagher Zolghadr, sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran,  mengatakan AS harus memperbaiki perilaku jika Selat Hormuz ingin dibuka. 

Dia memberikan enam syarat, termasuk mengakhiri ancaman terhadap Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei.

Dia melanjutkann, AS juga harus menghentikan operasi militer secara permanen terhadap Iran dan kelompok proksinya di kawasan, menarik pasukan angkatan laut dan angkatan udara yang terlibat blokade terhadap Iran, memberikan ganti rugi atas kerusakan yang terjadi selama konflik, mencabut sanksi, serta mencairkan aset yang dibekukan.

Menurut Zolghadr,  tuntutan-tuntutan tersebut mencerminkan kehendak rakyat Iran, merujuk pada demonstrasi besar-besaran yang berlangsung selama 6 hari terakhir.

"Dewan Keamanan Nasional Tertinggi tidak akan mundur dari tuntutan-tuntutan ini, baik dalam situasi perang maupun perundingan," ujarnya, seperti dikutip dari Anadolu, Minggu (9/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah kebuntuan perundingan mengenai masa depan pelayaran melalui Selat Hormuz.

Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada 17 Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, mengakhiri perang sejak 28 Februari. Namun pelaksanaannya terhenti pada 7 Juli karena kedua pihak saling melontarkan tuduhan pelanggaran terhadap ketentuan kesepakatan tersebut, terutama terkait Selat Hormuz.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut