Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : DPR AS Sahkan Resolusi Batasi Wewenang Trump dalam Perang Iran
Advertisement . Scroll to see content

Iran: Tidak Ada Pembicaraan dengan AS Dalam Keadaan Apa pun

Kamis, 23 Mei 2019 - 22:42:00 WIB
Iran: Tidak Ada Pembicaraan dengan AS Dalam Keadaan Apa pun
Ilustrasi benderan AS dan bendera Iran.
Advertisement . Scroll to see content

TEHERAN, iNews.id - Iran tidak akan mengadakan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) dalam keadaan apa pun. Hal itu, kata seorang pejabat, lantaran AS tidak menghormati hak-hak republik Islam tersebut.

"Kami sudah mengatakan dengan jelas, selama hak-hak bangsa kami tidak terpenuhi, selama kata-kata tidak berubah menjadi tindakan, jalan kami akan tetap sama seperti sekarang," kata Keyvan Khosravi, juru bicara National Supreme Dewan Keamanan, seperti dikutip oleh kantor berita resmi IRNA, Kamis (23/5/2019).

"Tidak akan ada pembicaraan dalam situasi apa pun," tegasnya.

Khosravi mengatakan, ada peningkatan dalam jumlah delegasi resmi yang melakukan perjalanan ke Iran dari berbagai ibu kota. Namun dia menyebut kebanyakan dari mereka datang atas nama AS.

"Tanpa kecuali kami menanggapi dengan pesan kekuatan, alasan dan perlawanan bangsa Iran, sejalan dengan kebijakan kami," kata dia, menambahkan.

Menteri Luar Negeri Oman Yusef Bin Alavi tiba di Teheran, Senin (20/5), diikuti oleh Direktur Politik Kementerian Luar Negeri Jerman Jens Plotner pada Kamis (23/5).

Oman memainkan peran penting dalam menyatukan negosiator Iran dan AS untuk pembicaraan awal yang akhirnya mengarah pada kesepakatan nuklir Iran 2015 dengan negara-negara besar termasuk Amerika Serikat.

Namun, pada Mei 2018, Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksi yang sudah dicabut sebagai imbalan karena Iran meningkatkan kembali program nuklirnya.

Dengan ketegangan yang makin memuncak antara kedua belah pihak, situasi kian memanas peningkatan setelah AS mencap Pengawal Garda Revolusi Iran sebagai "organisasi teroris asing".

AS juga mengerahkan kelompok kapal induk dan pengebom B-52 ke Timur Tengah atas dugaan "ancaman" Iran.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut