Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium hingga 4 Kali Lipat

Nathania Riris Michico · Selasa, 21 Mei 2019 - 15:28:00 WIB
Iran Tingkatkan Pengayaan Uranium hingga 4 Kali Lipat
Bagian dari Fasilitas Konversi Uranium di luar Kota Isfahan, Iran. (Foto: AP)

TEHERAN, iNews.id - Organisasi Energi Atom Iran mengumumkan bahwa negaranya resmi meningkatkan pengayaan uranium hingga empat kali lipat. Pengumuman ini muncul ketika perang kata-kata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kian memanas.

Dilaporkan Al Jazeera, Selasa (21/5/2019), juru bicara Organisasi Energi Atom Iran, Behrouz Kamalvandi, mengatakan, keputusan itu dibuat untuk menangkal sanksi ofensif yang diberlakukan AS.

Kamalvandi mengklarifikasi bahwa Iran tidak akan menambah jumlah uraniumnya. Tingkat pengayaan uranium Iran yang diperkaya dalam kadar rendah saat ini di atas 3,5 persen.

Di bawah pakta nuklir 2015, Iran diizinkan untuk menimbun maksimal 300 kg uranium yang diperkaya dalam kadar rendah dan diminta untuk mengirim kelebihan apa pun ke luar negeri untuk disimpan atau dijual.

Kesepakatan itu juga memungkinkan Iran untuk memperkaya uranium pada 3,67 persen—tingkat yang cocok untuk pembangkit listrik tenaga nuklir, tetapi jauh di bawah 90 persen untuk pembuatan senjata.

AS sudah keluar dari perjanjian nuklir tersebut pada tahun lalu dan memberlakukan kembali sanksinya terhadap Iran. Iran kemudian mengancam untuk secara bertahap menarik diri dari perjanjian nuklir tersebut jika mitra dalam perjanjian—Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia—tidak membantunya untuk menghindari sanksi AS.

"Tidak akan sampai lama kita melewati batas 300 kg uranium yang diperkaya dalam kadar rendah. Jadi, lebih baik bagi pihak lain untuk melakukan apa yang perlu dilakukan," katanya, merujuk pada langkah-langkah oleh kekuatan lain untuk melindungi ekonomi Iran dari sanksi AS.

Kamalvandi menambahkan bahwa Iran tidak berniat untuk keluar dari perjanjian itu.

Ali Fathollah-Nejad, peneliti di Brookings Institute di Doha, menggambarkan langkah Iran untuk meningkatkan produksi uranium yang diperkaya dalam kadar rendah itu sebagai upaya bertahap oleh Iran untuk membangun kembali jenis pengaruh yang dimilikinya ketika melakukan negosiasi dengan AS pada 2012.

"Ini ditujukan untuk menunjukkan kepada masyarakat internasional, khususnya AS, bahwa Iran tidak berada dalam posisi lemah. Namun, ini juga merupakan upaya yang berisiko, karena dapat membahayakan dukungan politik dan diplomatik yang hingga saat ini diterima Iran dari Eropa," ujarnya.

Editor : Nathania Riris Michico

Bagikan Artikel:







Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda