Isi Pidato Berbahasa Jawa Anggota DPR Malaysia, Singgung Kerugian akibat Karhutla Indonesia
Dia juga mengusulkan lima langkah untuk memperkuat penanganan masalah tersebut. Di antaranya penegakan hukum bersama yang lebih kuat, sistem peringatan dini regional dengan pemantauan satelit dan data titik api secara real-time, serta pembentukan tim tanggap darurat regional.
Tim tersebut diharapkan bisa bergerak memadamkan kebakaran sebelum asap menyebar melintasi perbatasan negara.
Kabut Asap Ganggu Kesehatan hingga Ekonomi
Kalam turut mengingatkan dampak kabut asap terhadap kesehatan warga Malaysia. Keluhan yang disorotnya meliputi kesulitan bernapas, tenggorokan gatal, batuk, hingga kasus asma.
Dampaknya, menurut dia, tidak hanya dirasakan di sektor kesehatan. Kabut asap juga menyebabkan sekolah-sekolah ditutup, memengaruhi pariwisata, serta mengganggu operasional perkebunan.
Pekerja asal Indonesia yang bekerja di sektor perkebunan Malaysia juga ikut terdampak. Gangguan terhadap kegiatan kerja dapat memengaruhi upah mereka, sehingga mengurangi kemampuan untuk mengirim uang kepada keluarga di Indonesia.
Melalui pidatonya, Kalam menekankan pentingnya langkah konkret dan kerja sama lintas negara agar persoalan kabut asap tidak terus berulang. Dia berharap masyarakat Malaysia dan Indonesia dapat menikmati udara bersih tanpa harus menghadapi dampak kebakaran hutan setiap tahun.
Editor: Anton Suhartono