Israel Buat Tas Sekolah Antipeluru Khusus untuk Warga AS
Pembantaian Parkland - salah satu penembakan massal paling mematikan dalam sejarah AS baru-baru ini - memicu kampanye pemuda nasional untuk kontrol senjata.
Tas sekolah antipeluru buatan Israel untuk siswa AS. (FOTO: doc. Masada Armor)
Pelaku penembakan Florida, Nikolas Cruz (19), diduga melepaskan tembakan di bekas sekolah menengahnya di Parkland, dengan senapan semi-otomatis AR-15. Insiden 14 Februari itu mewaskan 17 orang termasuk siswa dan staf.
Cruz mengaku mendengar suara-suara yang mengatakan kepadanya untuk, "membakar, membunuh, menghancurkan", saat akan melakukan penembakan.
Jaksa menuntut hukuman mati atas tragedi itu, dalam sidang yang akan dimulai pada akhir 2019.
Setelah penembakan, Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa dirinya terbuka untuk mengetatkan kebijakan kontrol senjata. Dia juga mendukung para guru untuk memiliki senjata untuk melindungi diri dan para siswa.
Editor: Nathania Riris Michico