Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Terungkap! Presiden UEA Sheikh MBZ Bisiki Netanyahu Sebelum Serangan Hamas 7 Oktober
Advertisement . Scroll to see content

Israel Heboh! Netanyahu Ternyata Sudah Tahu Serangan Hamas, Poltisi Desak Penyelidikan

Rabu, 09 September 2026 - 10:47:00 WIB
Israel Heboh! Netanyahu Ternyata Sudah Tahu Serangan Hamas, Poltisi Desak Penyelidikan
Empat pemimpin oposisi Israel mendesak Benjamin Netanyahu diselidiki terkait laporan dia telah mendapat peringatan serangan Hamas (Foto: AP)
Advertisement . Scroll to see content

TEL AVIV, iNews.id - Empat pemimpin partai oposisi Israel mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu segera diselidiki setelah muncul laporan bahwa dia telah mendapat peringatan mengenai rencana serangan besar Hamas beberapa hari sebelum tragedi 7 Oktober 2023.

Gadi Eisenkot, Naftali Bennett, Avigdor Lieberman, dan Yair Golan mengeluarkan pernyataan bersama yang jarang terjadi. Mereka menuntut penyelidikan segera dan menyeluruh terhadap dugaan kegagalan serta pelanggaran Netanyahu dalam mengantisipasi serangan Hamas.

"Warga Israel berhak untuk mengetahui, apa yang diketahui Netanyahu, kapan dia mengetahuinya, mengapa dia tidak memberi tahu badan keamanan, dan mengapa dia tidak bertindak untuk melindungi warga sipil Israel?" bunyi pernyataan bersama tersebut.

Desakan itu muncul setelah surat kabar Israel, Haaretz, mengungkap laporan bahwa Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ) telah memperingatkan Netanyahu mengenai rencana serangan Hamas sekitar 10 hari sebelum 7 Oktober.

Laporan tersebut bersumber dari buku karya jurnalis Shlomi Eldar dan Ruti Yuval yang segera diterbitkan. Menurut laporan itu, MBZ menelepon Netanyahu dalam percakapan selama sekitar 45 menit.

Dalam pembicaraan tersebut, MBZ disebut memperingatkan Netanyahu bahwa pemimpin Hamas di Gaza saat itu, Yahya Sinwar, sedang merencanakan langkah besar terhadap Israel. Serangan tersebut diperkirakan dapat menimbulkan pertumpahan darah dan mengguncang stabilitas kawasan.

Peringatan itu disebut berkaitan dengan pesan yang disampaikan Sinwar kepada UEA dan Israel melalui mediator Palestina pada pertengahan September 2023. Dalam pesan tersebut, Hamas memperingatkan bahwa sebuah "gempa bumi" akan segera terjadi.

Namun, Haaretz melaporkan Netanyahu merespons secara relatif tenang. Dia disebut meyakinkan MBZ bahwa Israel siap menghadapi berbagai kemungkinan skenario.

Mantan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett bahkan mengatakan secara terpisah bahwa laporan Haaretz tersebut benar. Dia kemudian menduga kuat Netanyahu telah mengabaikan peringatan dari UEA dan menyebut tindakan tersebut sebagai sesuatu yang berpotensi kriminal.

Mantan Perdana Menteri lainnya, Yair Lapid, yang merupakan sekutu politik Bennett, juga mengaku sebelumnya telah memperingatkan Netanyahu mengenai potensi serangan Hamas.

"Jika Netanyahu memainkan perannya, pembantaian itu akan bisa dicegah," kata Lapid.

Kementerian Luar Negeri UEA, ketika dikonfirmasi mengenai laporan tersebut, tidak membantah adanya percakapan telepon antara MBZ dan Netanyahu. Namun, kementerian tersebut menegaskan tidak dapat mengomentari laporan media atau berspekulasi mengenai percakapan para pemimpin pemerintahannya.

"Bila diperlukan, semua (informasi) intelijen terkait telah dan terus dikomunikasikan antara sesama entitas yang relevan," bunyi pernyataan Kemlu UEA.

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel membantah keras laporan tersebut. Mereka menyebut klaim mengenai peringatan MBZ kepada Netanyahu sebagai "kebohongan mutlak".

Terlepas dari bantahan tersebut, isu ini dengan cepat memicu tuntutan agar Netanyahu memberikan penjelasan dan mempertanggungjawabkan apa yang terjadi menjelang serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut