Israel Ingin Tempatkan Tentara di Gaza Pasca-Perang, Biden: Kesalahan Besar!
GAZA, iNews.id - Presiden Israel Isaac Herzog mengusulkan agar tentaranya tetap berada di Jalur Gaza selama beberapa lama. Tujuannya untuk memastikan kelompok perlawanan tak mengulangi serangan ke wilayah Israel.
Namun usul itu ditentang keras Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden. Dia menegaskan pendudukan Israel terhadap wilayah Gaza merupakan kesalahan besar.
Dalam percakapan dengan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, Biden mengatakan solusi dua negara merupakan satu-satunya cara untuk menyelesaikan konflik Israel-Palestina. Selain itu Biden menegaskan menduduki Gaza akan menjadi kesalahan besar.
Netanyahu sebelumnya mengatakan, Israel harus memegang tanggung jawab keamanan di seluruh wilayah Gaza untuk jangka waktu tidak terbatas.
Akibat Serangan Udara Israel di Jabaliya Gaza, 35 Orang Tewas Terjebak di Reruntuhan
Sementara itu dalam wawancara dengan surat kabar Inggris Financial Times, Herzog mengatakan tak ada yang bisa mengambil alih keamanan di Gaza setelah perang. Dia tampaknya yakin sekali Hamas bisa benar-benar dihancurkan.
"Jika kita mundur, lalu siapa yang akan mengambil alih? Kita tidak bisa meninggalkan ruang hampa. Kita harus memikirkan bagaimana mekanismenya. Ada banyak ide yang dilontarkan," kata Herzog, dikutip Kamis (16/11/2023).
Dunia Internasional Ramai-Ramai Kutuk Kebiadaban Israel usai Kepung RS di Gaza
Dia menegaskan Hamas tak bisa lagi menggunakan Gaza sebagai basis untuk meneror Israel.
Pemerintah Israel, lanjut Herrzog, sedang mendiskusikan berbagai ide mengenai pengelolaan Gaza setelah perang berakhir. Dia menilai, Amerika Serikat serta negara-negara tetangga di kawasan bias dilibatkan dalam penataan wilayah berpenduduk sekitar 2,3 juta jiwa tersebut.
Ngeri, Tentara Israel Serbu RS Al Shifa Gaza Buat Dokter dan Perawat Ketakutan
Sementara itu Pemerintah Otoritas Palestina (PA) menegaskan, Gaza merupakan bagian integral dari ngara Palestina di masa depan. PA yang dikuasai oleh Fatah dan beberapa faksi kecil lain hanya berkuasa di Tepi Barat, sementara Gaza berada di tangan Hamas.
Editor: Anton Suhartono