Israel Sebut Jurnalis Al Jazeera Abu Akleh Mungkin Ditembak Tentaranya Tak Sengaja

Anton Suhartono · Senin, 05 September 2022 - 21:50:00 WIB
Israel Sebut Jurnalis Al Jazeera Abu Akleh Mungkin Ditembak Tentaranya Tak Sengaja
Tim penyelidik Israel menyebut ada kemungkinan jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, ditembak secara tak sengaja oleh seorang pasukan IDF (Foto: Reuters)

TEL AVIV, iNews.id - Tim penyelidik Israel mengungkap ada kemungkinan jurnalis Al Jazeera, Shireen Abu Akleh, ditembak secara tak sengaja oleh seorang tentara Zionis. Abu Akleh ditembak mati saat meliput bentrokan warga Palestina dengan pasukan Isral di Jenin, Tepi Barat, pada 11 Mei lalu.

Militer mengklaim personel Pasukan Pertahanan Israel (IDF) yang berada di lokasi saat itu mendapat serangan dari semua sisi dan merespons dengan melepaskan tembakan, termasuk ke arah di mana Abu Akleh berdiri. Korban berada sekitar 200 meter dari posisi mereka, sehingga tak bisa mengidentifikasi ada jurnalis yang sedang bekerja.

"Kemungkinan besar Abu Akleh secara tidak sengaja terkena tembakan IDF yang dilepaskan ke arah tersangka yang diidentifikasi sebagai pria bersenjata Palestina," bunyi pernyataan, dikutip dari Reuters, Senin (5/9/2022).

Dalam laporan itu juga disebutkan ada kemungkinan Abu Akleh terkena tembakan kelompok bersenjata Palestina.

Penyelidikan Israel, mencakup wawancara terhadap personel IDF, analisis tempat kejadian, serta rekaman audio dan video, mengungkap tidak mungkin untuk menentukan sumber tembakan yang menewaskan Abu Akleh.

Sejak awal pemerintah Palestina menepis ada kelompok bersenjata yang berada di lokasi. Temuan tersebut diperkuat dengan penyelidikan badan HAM PBB.

"Semua bukti, fakta, dan investigasi yang telah dilakukan membuktikan bahwa Israel adalah pelaku yang telah membunuh Shireen dan harus bertanggung jawab atas kejahatan ini," kata Nabil Abu Rudeineh, juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas.

Laporan Kantor HAM PBB pada Juni mengungkap, Abu Akleh berada bersama jurnalis lain yang jelas teridentifikasi sebagai wartawan dari helm dan jaket antipeluru biru serta tanda pers saat ditembak. Dalam kejadian itu, satu jurnalis lainnya terluka.

Kematian perempuan juga juga memiliki kewarganegaraan Amerika Serikat (AS) itu memicu kemarahan dunia. Kecamatan terhadap Israel semakin keras setelah polisi menyerang pelayat yang datang ke pemakaman Abu Akleh di Yerusalem.

Editor : Anton Suhartono

Follow Berita iNews di Google News

Bagikan Artikel:




Lokasi Tidak Terdeteksi

Aktifkan untuk mendapatkan berita di sekitar Anda