Israel Siaga Tinggi Jelang Peringatan 3 Tahun Serangan Hamas
TEL AVIV, iNews.id - Israel dalam kondisi siaga tinggi terkait peringatan 3 tahun serangan Hamas ke negara tersebut, Rabu (7/10/2026). Serangan Hamas dan faksi perlawanan Palestina lainnya memicu perang yang berlangsung hingga saat ini.
Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Israel Katz, mengatakan seluruh komponen militernya dalam status siaga tinggi. Dia juga memperingatkan warga Gaza akan membayar dengan harga mahal jika ada pasukan Israel yang terluka.
Kantor Menteri Pertahanan menyatakan instruksi tersebut dikeluarkan berdasarkan informasi intelijen mengenai rencana Hamas untuk berupaya melakukan serangan dan operasi terhadap pasukan Zionis di Gaza.
"Jika, semoga Tuhan mencegah, pasukan kita terluka, pihak yang akan membayar dengan harga mahal adalah Hamas dan warga Gaza," bunyi pernyataan.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dalam rapat pemerintah pada 6 Oktober, mengisyaratkan Hamas berupaya menyerang Israel menjelang pemilu pada akhir Oktober.
"Kita siap untuk ini. Pertama dan yang utama, kita akan menggagalkan upaya tersebut, dan, dalam hal apa pun, kita akan membalas dengan kekuatan luar biasa," kata Netanyahu.
Warga Israel akan memberikan suara dalam pemilu parlemen pada 27 Oktober. Netanyahu dan partainya akan bersaing ketat dengan kubu oposisi. Hasil jajak pendapat menunjukkan kubu Netanyahu kalah 1 atau 2 kursi di parlemen.
Editor: Anton Suhartono