Israel Terus Gempur Lebanon, Incar Pabrik Semen dan Gudang Material Bangunan
NNA melaporkan serangan udara Israel juga menargetkan Distrik Sidon, Marjayoun, dan Bint Jbeil di Lebanon selatan, serta Baalbek di timur.
Ledakan dahsyat memicu gelombang kejut masif yang menggema di penjuru Lebanon selatan, memicu kepanikan di antara penduduk karena rudal yang ditembakkan oleh jet Israel menghasilkan kilatan cahaya yang belum pernah terlihat sebelumnya. Kilatan itu juga menerangi langit malam kota-kota terdekat serta terlihat dari jarak jauh.
Presiden lebanon Joseph Aoun mengecam keras pelanggaran tersebut, menyebut Israel sengaja mengacaukan stabilitas Lebanon dan menghambat pemulihan ekonomi yang sedang berjalan.
“Israel berusaha menghancurkan infrastruktur produktif Lebanon dengan dalih keamanan palsu. Mereka tidak pernah benar-benar berniat menghormati gencatan senjata,” kata Aoun, dikutip dari Anadolu, Jumat (17/10/2025).
Sesuai perjanjian gencatan senjata yang dicapai pada November 2024, Israel seharusnya menarik seluruh pasukannya dari Lebanon selatan pada Januari 2025. Namun hingga kini, Tel Aviv hanya menarik sebagian pasukan dan tetap mempertahankan lima pos militer di perbatasan.
Gencatan itu mengakhiri konflik panjang antara Israel dan Hizbullah yang berlangsung sejak Oktober 2023, menewaskan lebih dari 4.000 orang dan melukai sekitar 17.000 lainnya.
Editor: Anton Suhartono