LONDON, iNews.id – Istana Buckingham mengurangi sejumlah tugas kenegaraan Pemimpin Inggris, Ratu Elizabeth II. Ini adalah pertama kalinya dalam 10 tahun terakhir kediaman resmi keluarga Kerajaan Inggris itu mengambil langkah tersebut.
Daily Mail dengan mengutip sumber di kalangan istana melaporkan, pengurangan tugas kenegaraan Ratu Elizabeth terbilang tidak signifikan. Putra Ratu, Pangeran Charles, akan mengambil sejumlah tugas resmi yang paling menantang.
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Sementara itu, beberapa tanggung jawab lainnya, seperti pidato dalam upacara pembukaan Parlemen Inggris, sepenuhnya dihapuskan.
Menurut Sovereign Grant Report (Laporan Hibah Negara) yang diterbitkan oleh Pemerintah Inggris, peran sang ratu masih terdiri atas dua elemen kunci, yaitu sebagai kepala negara dan kepala bangsa Inggris. Peran itu juga mencakup berbagai tugas parlementer dan diplomatik.
Ratu Elizabeth Dapat Hadiah Kuda Spesial dari Presiden Prancis Emmanuel Macron
Sebuah sumber istana mengatakan, perubahan itu sebenarnya tidak “drastis”. Namun, pengurangan tugas-tugas itu menjadi semacam pembaruan kecil pascaperayaan 70 tahun sang ratu memimpin Inggris.
Ratu Elizabeth II naik takhta pada 6 Februari 1952 di usia 25 tahun. Pada Juni lalu, dia merayakan tujuh dekade masa kepemimpinannya.
Inggris Gelar Pesta Besar-besaran 4 Hari, Rayakan 70 Tahun Bertakhta Ratu Elizabeth II
Nenek dari Pangeran William dan Harry itu pun menjadi pemimpin Inggris pertama yang merayakan ulang tahun platinum pemerintahan.
Media luar negeri melaporkan, Ratu Elizabeth II saat ini menempati peringkat kedua dalam daftar pemimpin terlama dalam sejarah dunia, menyusul raja Thailand, Bhumibol Adulyadej, yang berkuasa selama 70 tahun 126 hari sejak 1946 hingga 2016.
Editor: Ahmad Islamy Jamil
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku