Istri PM Israel Divonis Bersalah atas Tuduhan Penyalahgunaan Uang Negara

Anton Suhartono ยท Minggu, 16 Juni 2019 - 18:42 WIB
Istri PM Israel Divonis Bersalah atas Tuduhan Penyalahgunaan Uang Negara

Sara Netanyahu keluar dari pengadilan Yerusalem usai divonis bersalah (Foto: AFP)

YERUSALEM, iNews.id - Pengadilan Israel memvonis istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Sara, melakukan penipuan dengan menggunakan uang negara untuk biaya makan, Minggu (16/6/2019).

Dalam putusan yang diambil hakim Avital Chen di pengadilan Yerusalem, Sara dinyatakan bersalah mengeksploitasi kesalahan orang lain.

"Kesepakatan yang dicapai antara kedua pihak patut dan mencerminkan dengan tepat keparahan mereka dalam tingkat tindakan kriminal," kata Chen, dalam keputusannya, dikutip dari AFP.

Sara tak dipenjara, melainkan dikenakan hukuman didenda sebesar 10.000 shekel atau sekitar Rp40 juta serta diperintahkan mengembalikan uang negara sebesar 45.000 shekel.

Kasus ini melalui perjalanan panjang. Perempuan 60 tahun itu awalnya dituntut pada Juni 2018 dengan tuduhan penipuan dan penyelahgunaan wewenang karena membeli makanan katering menggunakan uang negara meskipun ada koki di kediaman resmi PM.

Meski demikian, dakwaan ini diubah, karena sebelumnya dia dikenakan pasal tuduhan korupsi.

Di sebuah ruangan kecil di pengadilan Yerusalem, Sara mengatakan kepada hakim bahwa dia menyadari penuh atas dakwaan itu.

Setelah itu, pengacara Sara dan seorang jaksa meminta izin ke pengadilan agar mereka membuat kesepakatan.

Jaksa Erez Padan mengatakan, masing-masing pihak diperbolehkan membuat konsesi.

"Seperti dalam setiap proses tawar-menawar pembelaan, masing-masing pihak membuat konsesi, kadang-kadang konsesi keras. Adalah benar dan pantas bagi kepentingan publik untuk mengakhiri kasus ini," kata Padan.

Kasus ini hanya awalan dari berbagai tuduhan yang dilayangkan kepada keluarga Netanyahu. Sang perdana menteri kemungkinan akan menghadapi dakwaan penyuapan, penipuan, dan penyalahgunaan wewenang dalam beberapa bulan mendatang.

Editor : Anton Suhartono