Jaringan Teroris Malaysia Belajar Rakit Bom di Yogyakarta

Yudistiro Pranoto, Irfan Ma'ruf, Antara ยท Jumat, 17 Mei 2019 - 11:20 WIB
Jaringan Teroris Malaysia Belajar Rakit Bom di Yogyakarta

Kepolisian Malaysia menangkap sejumlah orang, termasuk satu WNI yang diduga terlibat kasus terorisme. (Foto: ilustrasi/Antara).

JAKARTA, iNews.id, - Polisi Diraja Malaysia menangkap sejumlah orang yang diidentifikasi terkait dengan kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS). Dalam penyelidikan, para pelaku diketahui terkoneksi dengan jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Indonesia dan pernah belajar merakit bom di Yogyakarta.

Kepala kepolisian Malaysia Abdul Hamid Bador mengatakan mereka merupakan bagian dari sel ISIS. Mereka berencana membunuh beberapa tokoh terkenal dan menyerang tempat-tempat ibadah Hindu, Kristen, dan Budha di Malaysia.

”Penangkapan ketiga pelaku merupakan operasi susulan setelah penangkapan empat terduga teroris di Islamic State di Terengganu dan Lembah Klang antara 5 hingga 7 Mei 2019,” kata Hamid Bador dalam keterangan tertulis yang diperoleh iNews.id, Jumat (17/5/2019).

BACA JUGA: Polisi Malaysia Tangkap 4 Orang Terkait Kelompok ISIS, Salah Satunya WNI

Dia menjelaskan, dari tiga pelaku, dua di antaranya warga Malaysia dan seorang lainnya warga negara Indonesia (WNI).

Penangkapan pertama pada 14 Mei 2019 di Kuala Muda Kedah. Dua orang yang ditangkap yakni Muhammad Syazani Bin Mahzan dan Muhamad Nuurul Amin Bin Azizan.

Muhammad Syazani, (27), berasal dari Bedong Kedah bekerja sebagai penjulan burger, sementara Muhammad Nuurul Amin merupakan pekerja kebun. Dua orang ini tercatat dalam daftar pencarian orang (DPO) Kepolisian Malaysia.

Menurut Hamid Bador, kedua pelaku bersama warga negara Malaysia Muhammad Izham yang ditangkap 22 November 2018 di Sungai Petani Kedah pernah menjalani latihan membuat bom di Yogyakarta.

"Pada tahun 2018 yang dikendalikan oleh Jamaah Ansharut Daulah (JAD) Indonesia mereka telah mempelajari pembuatan triacetone triperoxide (TPT) sejenis bahan kimia yang digunakan untuk menghasilkan letupan berskala besar," katanya.

Kedua pelaku, kata dia, juga telah mengunjungi beberapa gereja di Yogyakarta untuk merencanakan serangan. Muhammad Syazani diduga merancang untuk melancarkan serangan ke rumah-rumah ibadah bukan Islam di Malaysia dengan cara menggunakan bom bunuh diri.

BACA JUGA: Kedubes RI Minta Akses ke Malaysia terkait Penangkapan WNI Terduga Teroris

Hamid Bador melanjutkan, penangkapan kedua pada 14 Mei 2019 di Banting Selangor melibatkan laki-laki WNI yaitu Nuruddin Bin Alele (34). Nurudin diidentifikasi sebagai anggota sel 'wolf pack' yang ditangkap pada 5 dan 7 Mei 2019.

”Dia terlibat dalam rencana untuk melakukan operasi pembunuhan dan serangan terhadap tempat ibadah," katanya.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI sebelumnya mengonfirmasi penangkapan seorang WNI terduga teroris tersebut. Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Lalu Muhammad Iqbal, mengatakan, Kedubes RI di Kuala Lumpur sudah meminta akses kekonsuleran untuk memverifikasi dokumen WNI tersebut.


Editor : Zen Teguh