Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Serangan Beruang Makin Ganas di Jepang, Incar Orang di Toilet Umum
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

Kementerian Luar Negeri China membantah bulan lalu bahwa diplomat Amerika Serikat di negara itu diwajibkan untuk melakukan tes usap anal untuk deteksi Covid. Bantahan itu menyusul laporan media bahwa beberapa orang mengeluhkan prosedur tersebut.

Tes anal swab disebut-sebut dapat mengidentifikasi jejak virus. Metode itu diklaim dapat mendeteksi virus untuk waktu yang lebih lama daripada tes usap di saluran pernapasan.

Para peneliti di Chinese University of Hong Kong menyatakan dalam sebuah makalah tahun lalu, tes semacam itu dinilai lebih efektif dalam menemukan infeksi virus pada anak-anak dan bayi. Ini karena kotoran mereka membawa viral load atau jumlah partikel virus yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut