Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Heboh Kabar Rusia Bantu Iran Perang Lawan AS-Israel, Trump: Tak Pengaruh!
Advertisement . Scroll to see content

Jepang Sebut Patroli Udara Bersama China dan Rusia sebagai Unjuk Gigi 

Rabu, 25 Mei 2022 - 16:15:00 WIB
Jepang Sebut Patroli Udara Bersama China dan Rusia sebagai Unjuk Gigi 
Pesawat pembom strategis Tu-95 Rusia terbang selama latihan militer di lokasi yang tidak diketahui. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

TOKYO, iNews.id - Jepang menyampaikan keprihatinan kepada Rusia dan China atas pamer kekuatan yang disebut patroli udara bersama di kawasan Asia Pasifik. Pasalnya, latihan udara bersama itu digelar di tengah pertemuan Aliansi Quad di Jepang.  

"Kami tidak dapat mengabaikan tindakan yang meningkatkan ketegangan di Asia Timur seperti Rusia telah meningkatkan ketegangan di Ukraina," kata Hirokazu Matsuno, juru bicara pemerintah Jepang, Rabu (25/5/2022).

Kyodo News melaporkan, Tokyo telah menyampaikan "keprihatinannya yang besar" ke Beijing dan Moskow. 

Sedikitnya, enam jet militer dari Rusia dan China melakukan misi patroli udara bersama di kawasan Asia-Pasifik.

Kementerian Pertahanan Rusia pada Selasa (24/5/2022) mengatakan, pasukan kedirgantaraan Rusia dan angkatan udara Tentara Pembebasan Rakyat China mengadakan penerbangan 13 jam sebagai bagian dari kelompok udara di atas Laut Jepang dan Laut China Timur.

“Militer China dan Rusia menggelar patroli strategis udara bersama sesuai dengan rencana kerja sama militer tahunan mereka,” kata China dalam sebuah pernyataan terpisah.

Patroli udara diadakan saat para pemimpin Jepang, AS, Australia, dan India bertemu di Tokyo sebagai bagian dari aliansi Quad mereka. Matsuno menyebut patroli itu sebagai "unjuk kekuatan" dan dilakukan selama KTT sehingga dianggap meningkatkan tingkat provokasi."

"Pemerintah sangat menuntut China memainkan peran yang bertanggung jawab dalam menjaga perdamaian dan keamanan di masyarakat internasional," kata juru bicara pemerintah Jepang.

Sementara itu, anggota parlemen Jepang Masahisa Sato dan juga kepala divisi urusan luar negeri Partai Demokrat Liberal yang berkuasa mengatakan, China telah menunjukkan dirinya sebagai negara yang nakal.

"Kita harus menunjukkan sikap tegas berdasarkan hukum internasional terhadap unjuk kekuatan yang menyimpang seperti itu," kata Sato. 

Editor: Umaya Khusniah

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut