Joe Biden Bakal Pilih Cawapres Perempuan, Trump: Lelaki Mungkin Merasa Terhina

Ahmad Islamy Jamil ยท Selasa, 11 Agustus 2020 - 21:03 WIB
Joe Biden Bakal Pilih Cawapres Perempuan, Trump: Lelaki Mungkin Merasa Terhina

Calon presiden AS dari Partai Demokrat, Joe Biden (kiri), dan Presiden Donald Trump (kanan). (Foto: Ist.)

WASHINGTON DC, iNews.id – Presiden AS Donald Trump mengomentari rencana pesaingnya di Pilpres 2020, Joe Biden, yang akan menunjuk seorang perempuan sebagai calon wakil presiden (cawapres). Menurut Trump, langkah Biden tersebut mungkin bakal membuat sebagian kaum pria merasa “terhina”.

“Dia (Biden) mengikat dirinya menjadi sekelompok orang tertentu. Beberapa orang akan mengatakan, pria terhina oleh (rencana) itu dan beberapa orang akan mengatakan itu sah-sah saja,” kata Trump kepada Fox Sports Radio dalam wawancara via telepon, Selasa (11/8/2020) pagi waktu AS.

Joe Biden pada Maret lalu menyatakan komitmen di awal kampanyenya, bahwa dia akan menunjuk seorang perempuan menjadi cawapres yang akan menemaninya di Pilpres AS 2020. Politikus Partai Demokrat itu beralasan, dia menginginkan pemerintahan yang beragam layaknya Negara AS itu sendiri, termasuk dalam pelibatan kaum perempuan.

Menurut perkiraan, Biden akan mengumumkan sosok cawapres pilihannya pada pekan ini.

Dalam wawancara radio tersebut, Trump memuji wakil presidennya sendiri, yaitu Mike Pence. Akan tetapi, dia juga berkata terus terang bahwa dalam pemilu masyarakat tidak memilih wakil presiden, melainkan presiden.

“Anda bisa memilih George Washington untuk menjadi wakil presiden. Mari kita jemput Abraham Lincoln, kembali dari kematian. Mereka sepertinya tidak memilih wakil presiden,” ujarnya dengan nada satire.

Sepanjang sejarah politik di Amerika Serikat, hanya ada dua perempuan yang pernah dinominasikan sebagai cawapres sampai sejauh ini. Yang pertama adalah Sarah Palin yang diajukan oleh Partai Republik pada 2008. Sementara, yang satunya lagi adalah Geraldine Ferraro yang dicalonkan Partai Demokrat pada 1984.

Dari dua perempuan di atas, tidak ada satu pun yang berhasil masuk ke Gedung Putih. Belum ada juga perempuan yang merebut kursi presiden AS sampai detik Ini. Sementara, beberapa negara Timur—yang selama ini dianggap tidak lebih demokratis daripada Barat—sudah memiliki pemimpin perempuan.

Indonesia tercatat sudah pernah dipimpin presiden perempuan. Negara kepulauan ini juga pernah mempunyai wakil presiden perempuan, meski kedua-duanya adalah orang yang sama.

Editor : Ahmad Islamy Jamil