Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Gawat! Amerika Akan Rebut Greenland walau Harus Kerahkan Militer
Advertisement . Scroll to see content

Joe Biden Tolak Penempatan Senjata Nuklir di Belarusia, Rusia Minta AS Introspeksi Diri 

Sabtu, 27 Mei 2023 - 13:23:00 WIB
Joe Biden Tolak Penempatan Senjata Nuklir di Belarusia, Rusia Minta AS Introspeksi Diri 
Rudal Iskander Rusia yang bisa membawa hulu ledak nuklir dikerahkan ke Belarusia (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Kedutaan Besar (Kedubes) Rusia di Washington DC, Amerika Serikat, mengomentari sikap Presiden Joe Biden yang menolak keras perjanjian penempatan rudal nuklir taktis dengan Belarusia. Kedubes Rusia menegaskan negaranya dan Belarusia berhak menjamin keamanan dalam negeri masing-masing, termasuk menggunakan nuklir.

Sebelum berangkat ke Camp David, Jumat (26/5/2023) waktu setempat, Presiden Joe Biden mengatakan punya reaksi menolak keras sikap Rusia yang memutuskan untuk menyebarkan senjata nuklir taktis di Belarusia.

"Kami telah mencatat komentar yang semakin sering dalam beberapa hari terakhir dari Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri mengenai kerja sama militer-nuklir Rusia-Belarusia. Mereka sekali lagi menuduh kami melakukan perilaku 'tidak bertanggung jawab dan provokatif'," bunyi pernyataan Kedubes Rusia, dikutip dari Sputnik, Sabtu (27/5/2023).

Disebutkan, Rusia dan Belarusia dalam kondisi perang hibrida yang dilancarkan AS dan sekutunya, sehingga perlu untuk memastikan keamanan dalam negeri dengan cara yang dianggap perlu.

Penempatan senjata nuklir taktis di Belarusia belakangan ini masih sesuai dengan kewajiban hukum internasional.

"Sebelum menyalahkan orang lain, Washington bisa melakukan beberapa introspeksi. Amerika Serikat selama beberapa dekade mempertahankan senjata besar nuklirnya di Eropa. Bersama dengan sekutu NATO, Amerika Serikat ikut serta dalam pengaturan pembagian nuklir serta melatih skenario penggunaan senjata nuklir melawan negara kami," demikian isi pernyataan.

Menteri Pertahanan Rusia Sergei Shoigu dan mitranya dari Belarusia, Viktor Khrenin, menandatangani dokumen prosedur penempatan senjata nuklir taktis di fasilitas penyimpanan khusus.

Setelah itu Presiden Belarusia Aleksandr Lukashenko mengatakan pengiriman senjata nuklir telah dimulai sesuai kesepakatan dengan Rusia.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut