Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Iran Rilis Data Resmi Korban Tewas Demonstrasi Rusuh, Segini Jumlahnya
Advertisement . Scroll to see content
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON DC, iNews.id – Calon presiden Amerika Serikat dari Partai Demokrat, Joe Biden, kedapatan menggunakan kata “insya Allah” saat mengikuti debat dengan kandidat petahana dari Partai Republik, Donald Trump, kemarin. Aksi Biden tersebut kemudian menuai ragam reaksi di media sosial.

Biden menggunakan frasa dalam Bahasa Arab tersebut saat menyinggung laporan pajak tahunan Donald Trump yang dianggap tak pernah transparan. Dalam salah satu sesi debat capres, Trump mengatakan, laporan pajaknya akan dirilis ke publik sesegera mungkin setelah dirampungkan.

Biden pun langsung menimpalinya. “Kapan (laporan pajak itu dirilis)? Insya Allah?” ucap mantan wapres AS dua periode itu, kemarin.

Ungkapan “insya Allah” yang dalam Bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai “jika Allah menginzinkan” adalah frasa yang sering digunakan kaum Muslim secara tulus untuk memenuhi janji. Akan tetapi, ungkapan itu juga kadang kala digunakan secara sarkastik di Barat, yang berarti sesuatu yang tidak mungkin terjadi.

Banyak pengguna media sosial memuji Biden karena menilai pria itu telah menggunakan sebuah ungkapan dalam konteks yang tepat. Akan tetapi, banyak pula wargnet lain yang mempertanyakan pengucapannya.

Alarabiyah melansir, cara Biden melafalkan “insya Allah” membuat beberapa penonton bertanya-tanya, apakah dia malah mengucapkan “enchilada”—hidangan tradisional khas Meksiko.

Akan tetapi, tim kampanye Biden mengonfirmasi kepada media Amerika, NPR, bahwa sang politikus sebenarnya memang menggunakan frasa “insya Allah”.

Editor: Ahmad Islamy Jamil

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut