Jumlah Jemaat Gereja Terinfeksi Melonjak, Korsel Konfirmasi 204 Kasus Virus Korona

Anton Suhartono ยท Jumat, 21 Februari 2020 - 16:49 WIB
Jumlah Jemaat Gereja Terinfeksi Melonjak, Korsel Konfirmasi 204 Kasus Virus Korona

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di depan rumah sakit di Cheongdo terkait kekhawatiran virus korona (Foto: AFP)

SEOUL, iNews.id - Penderita virus korona di Korea Selatan (Korsel) melonjak hampir dua kali lipat menjadi 204 orang, setelah otoritas mengonfirmasi 48 kasus terbaru, Jumat (21/2/2020) sore.

Dengan demikian, dalam 1 hari saja ada penambahan 100 kasus, setelah pada Jumat pagi otoritas menyebutkan 52 kasus terbaru.

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korsel (KCDC), dari penambahan 48 kasus baru tersebut, 46 di antaranya terkait dengan jemaat Shincheonji Church of Jesus di Kota Daegu.

Artinya, dari penambahan 100 kasus terbaru hari ini, sebanyak 85 di antaranya terkait dengan gereja tersebut.

Jika ditotal dengan hari-hari sebelumnya maka lebih dari 120 jemaat Shincheonji yang terinfeksi virus mematikan itu.

KCDC menyatakan, 4.475 jemaat Shincheonji telah diuji virus korona dan 544 di antaranya mengaku mengalami gejala. Namun mereka masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

Sumber penularan salah satunya berasal dari seorang jemaat perempuan 61 tahun yang mengeluhkan demam pada 10 Februari 2020. Dia menghadiri setidaknya empat misa sebelum dinyatakan positif terinfeksi, sehingga menyebabkan penularan lebih luas.

Saat mengalami demam, perempuan itu menolak menjalani tes virus korona karena merasa tak pernah berpergian keluar negeri.

Pemerintah Kota Daegu mengambil langkah antisipasi dengan meminta warganya untuk menghindari aktivitas di luar ruangan.

Kota terbesar keempat di Korsel berpenduduk 2,5 juta jiwa itu juga menghentikan hampir semua aktivitas bisnis, termasuk pendidikan, restoran, bioskop, dan lainnya.

Penduduk Daegu, Seo Dong Min (24), mengatakan warga mulai khawatir daerahnya bakal menjadi Wuhan kedua. Wuhan merupakan Ibu Kota Provinsi Hubei di China, tempat bermulanya kasus virus korona.

Kota itu dikarantina sejak 23 Januari, warga tak dibolehkan keluar rumah kecuali untuk alasan kuat.

"Dengan banyaknya kasus yang dikonfirmasi, saya khawatir Daegu akan menjadi Wuhan kedua," kata Seo, dikutip dari AFP.

KCDC mengatakan, satu kasus lagi berasal dari Cheongdo, kota tetangga Daegu. Di kota itu sudah ada 16 orang yang terinfeksi, termasuk seorang penderita yang meninggal pada Rabu (19/2/2020).

Cheongdo merupakan kota kelahiran pendiri Shincheonji Church of Jesus, Lee Man Hee. Shincheonji dituduh membawa ajaran sesat di mana Lee mengklaim sudah mengenakan jubah Yesus sehingga bisa membawa 144.000 jemaatnya ke surga pada hari kiamat.

Sementara itu Presiden Korsel Moon Jae In menyerukan penyelidikan menyeluruh kepada semua jemaat maupun tokoh agama yang menghadiri acara Shincheonji.

"Jika Anda hanya mengandalkan informasi yang diberikan gereja, prosesnya bisa lambat. Kita harus bertindak cepat," katanya dalam pertemuan kabinet.

Pemerintah mendeklarasikan Daegu dan Cheongdo sebagai 'zona manajemen khusus' di mana petugas medis dan tentara disiagakan menghadapi kemungkinan terburuk. Selain itu beberapa rumah sakit disiagakan untuk menerima warga yang mengalami gejala virus korona.


Editor : Anton Suhartono