Kabar Baik, Ilmuwan Temukan Kekebalan yang Tahan Lama terhadap Covid-19
NEW YORK, iNews.id – Beberapa hasil studi awal tentang respons kekebalan terhadap virus corona tampaknya memberikan kabar baik. Para mantan pengidap Covid-19 menunjukkan tanda-tanda kekebalan yang bertahan lama terhadap virus itu, bahkan mereka yang hanya pernah mengalami infeksi ringan sekalipun.
Beberapa penelitian yang baru-baru ini diterbitkan—dan pertama kali dilaporkan oleh The New York Times pada Minggu (16/8/2020) lalu—menunjukkan bahwa antibodi mampu mengenali dan terus melawan Covid-19 beberapa bulan setelah infeksi berakhir.
“Ini persis seperti yang Anda harapkan. Semua bagian di sana (antibodi) memiliki respons kekebalan yang sangat protektif,” kata ahli imunologi di Universitas Washington yang juga salah satu peneliti dalam studi itu, Marion Pepper, kepada The New York Times.
Menurut dia, bukti “kekebalan yang awet” terhadap Covid-19 ini bisa menjadi sesuatu yang penting bagi otoritas kesehatan yang tengah mencari cara untuk menahan penyebaran virus yang telah merenggut nyawa lebih dari 770.000 penduduk dunia.
Peneliti UGM Sebut Penerapan Herd Immunity secara Alami Berbahaya
Para ahli sebelumnya mengatakan, keberadaan vaksin sangat penting untuk menghentikan pandemi Covid-19. Namun, jika mereka yang terinfeksi ternyata mampu mengembangkan kekebalan seperti yang ditunjukkan oleh beberapa hasil studi tersebut di atas, tentu menjadi lebih sedikit vaksin yang diperlukan untuk melindungi populasi global.