Kamboja Gunakan Roket Buatan China untuk Serang Rumah Sakit dan Bandara Thailand?
Sejauh ini belum ada pernyataan dari Kementerian Pertahanan Kamboja mengenai penggunaan roket China dan penargetan rumah sakit dan bandara di Thailand. Namun militer Kamboja berulang kali membantah laporan penargetan fasilitas sipil.
Berdasarkan ketentuan gencatan senjata yang disepakati pada Juli serta Deklarasi Damai pada Oktober, kedua pihak harus menarik senjata berat dari perbatasan pada November. Penarikan dilakukan dalam tiga tahap, dimulai dengan sistem roket, diikuti artileri, kemudian tank dan kendaraan lapis baja lainnya.
Namun, Thailand di bulan yang sama menghentikan implementasi tersebut setelah ledakan ranjau darat melukai seorang tentaranya.
Data lembaga think tank lembaga Institut Internasional untuk Studi Strategis (CSIS) mengungkap, militer Kamboja memiliki sekitar 48 unit peluncur BM-21 dan enam peluncur roket PHL-03.
PHL-03 bisa menembakkan roket berpemandu dan tak berpemandu dengan jangkauan antara 70-130 km, sementara BM-21 memiliki jangkauan 15-40 km.
Bandara Buriram terletak sekitar 100 km dari perbatasan, di luar jangkauan BM-21. Rumah Sakit Prasat, terletak di Provinsi Surin, berjarak kurang dari 30 km dari perbatasan.
Editor: Anton Suhartono