Kampus Thailand Ancam Mahasiswa Asing yang Ikut Demonstrasi Politik, Visa Bisa Dicabut
BANGKOK, iNews.id - Imigrasi Thailand disebut akan mencabut visa mahasiswa asing yang ikut serta dalam demonstrasi bernuasa politik, termasuk yang sedang marak yakni menentang pemerintahan Perdana Menteri (PM) Prayut Chan O Cha serta kudeta militer Myanmar.
Peringatan itu disampaikan oleh kampus Institut Teknologi Asia (AIT) terhadap para mahasiswanya.
Dalam memo yang dikirim melalui email kepada mahasiswa asing, AIT menyatakan mereka menghormati kebebasan berekspresi namun ada permintaan dari imigrasi Thailand agar mahasiswa asing tidak ikut serta dalam unjuk rasa.
"Kita semua harus menghormati hukum dan kebijakan negara tuan rumah Thailand. Kami mendesak anggota komunitas AIT untuk memperhatikan pesan yang disampaikan pemerintah Thailand ini," demikian isi memo, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (10/3/2021).
PM Thailand Prayut Chan O Cha Tepis Bergabung dengan Indonesia Tengahi Konflik Myanmar
Thailand ramai dengan unjuk rasa anti-kudeta Myanmar. Negara itu memiliki banyak komunitas Myanmar.
Unjuk rasa menentang kudeta di Thailand berlangsung beberapa hari sejak penggulingan Aung San Suu Kyi pada 1 Februari. Massa menargetkan
Pernyataan Lengkap Menlu Retno Marsudi soal Pertemuan dengan Menlu Junta Myanmar di Thailand
Kedutaan Besar Myanmar di Bangkok serta kantor perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).