Kantor Penghubung Diledakkan Korut, Menteri Unifikasi Korsel Mengundurkan Diri
SEOUL, iNews.id - Menteri Unifikasi Korea Selatan (Korsel) Kim Yeon Chul mengundurkan diri terkait memanasnya konflik dengan Korea Utara (Korut). Kementerian tersebut dibentuk untuk mengupayakan dialog dengan Korut di tengah konflik kedua negara.
Korsel dan Korut secara teknis masih berstatus perang karena keduanya hanya meneken kesepakatan gencatan senjata sejak Perang Korea pada 1953, bukan perjanjian damai yang permanen.
Konflik terbaru semakin panas setelah Korut meledakkan kantor penghubung dengan Korsel di perbatasan.
Istana Kepresidenan Gedung Biru, dikutip dari AFP, Jumat (19/6/2020), menyatakan, Presiden Moon Jae In menerima pengunduran diri Kim.
Media Pyongyang: Tentara Korea Utara Siaga Penuh Hadapi Korea Selatan
Pada Rabu (17/6/2020) atau sehari setelah peledakan, Kim sudah mengatakan akan mundur. Saat itu dia mengaku bertanggung jawab atas memburuknya hubungan dua Korea.
Konflik terbaru ini dipicu selebaran propaganda yang dikirim para aktivis Korsel dan pembelot menyeberangi perbatasan menggunakan balon udara maupun ditaruh di dalam botol lalu dihanyutkan di sungai. Tujuannya untuk memprovokasi warga Korut agar melawan rezim.
Korut Putus Asa soal Hubungan dengan AS, Perang Nuklir Menghantui Lagi
Sejak awal Juni, Korut mengecam pemerintah Korsel karena dianggap membiarkan tindakan tersebut.
Bukan hanya meledakkan kantor perwakilan, Korut juga mengancam akan menambah kekuatan militer di Zona Demiliterisasi maupun sekitarnya.
Korut Putuskan Hubungan Komunikasi Militer dan Politik dengan Korsel
Editor: Anton Suhartono