Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Geger, Elon Musk Ngaku Tak Bahagia meski Berharta Rp14.300 Triliun Lebih
Advertisement . Scroll to see content

Kapal Selam Nuklir AS Tabrak Obyek Tak Dikenal di Laut China Selatan, Begini Komentar China

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 09:59:00 WIB
Kapal Selam Nuklir AS Tabrak Obyek Tak Dikenal di Laut China Selatan, Begini Komentar China
Kapal selam nuklir USS Connecticut menabrak obyek tak dikenal di Laut China Selatan (Foto: Angkatan Laut AS via AP)
Advertisement . Scroll to see content

WASHINGTON, iNews.id - Kapal selam nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kelas Seawolf, USS Connecticut, menabrak obyek tak dikenal saat menyelam di perairan internasional Laut China Selatan pada 2 Oktober lalu. Kini USS Connecticut berada di pelabuhan Guam untuk menjalani pemeriksaan.

China angkat bicara soal insiden tersebut dengan menyampaikan keprihatinannya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan, AS sengaja menyembunyikan insiden ini dan baru mengumumkannya pada Kamis (6/10/2021), meski insiden terjadi pada 2 Oktober.

Dia mendesak AS untuk memberikan klarifikasi secara rinci, termasuk informasi dengan apa kapal selam bertabrakan. Pasalnya, USS Connecticut bertenaga nuklir sehingga insiden tersebut bisa saja memicu kebocoran yang merusak lingkungan.

Zhao juga menuduh AS terus mengganggu perdamaian di Laut China Selatan dengan alasan menegakkan kebebasan navigasi.

Sebelumnya Angkatan Laut AS menjelaskan, USS Connecticut menabrak obyek yang tak disebutkan, menyebabkan 11 tentara luka (sebelumnya disebut 15), dua di antaranya mengalami luka sedang.

Seorang sumber pejabat AS menolak memberikan titik pasti, termasuk kedalaman insiden tabrakan, dengan alasan keamanan operasional.

Latihan Gabungan

Dalam kesempatan terpisah, Angkatan Laut AS juga mengungkap dua grup penyerang dipimpin kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Carl Vinson melakukan operasi bersama negara-negara lain di Laut Filipina pada 3 Oktober.

Kapal perang AS bergabung dengan JS Ise, helikopter perusak kelas Hyuga milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang, dan kapal perang HMS Queen Elizabeth dari Inggris.

“Operasi laut terintegrasi menyatukan 15.000 lebih personel dari enam negara dan menunjukkan kemampuan Angkatan Laut AS untuk bekerja sama dengan jaringan aliansi dan kemitraan yang tak tertandingi dalam mendukung Indo-Pasifik bebas dan terbuka,” bunyi pernyataan.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut