Kapal Selam Nuklir AS Tabrak Obyek Tak Dikenal di Laut China Selatan, Begini Komentar China
WASHINGTON, iNews.id - Kapal selam nuklir Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) kelas Seawolf, USS Connecticut, menabrak obyek tak dikenal saat menyelam di perairan internasional Laut China Selatan pada 2 Oktober lalu. Kini USS Connecticut berada di pelabuhan Guam untuk menjalani pemeriksaan.
China angkat bicara soal insiden tersebut dengan menyampaikan keprihatinannya. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan, AS sengaja menyembunyikan insiden ini dan baru mengumumkannya pada Kamis (6/10/2021), meski insiden terjadi pada 2 Oktober.
Dia mendesak AS untuk memberikan klarifikasi secara rinci, termasuk informasi dengan apa kapal selam bertabrakan. Pasalnya, USS Connecticut bertenaga nuklir sehingga insiden tersebut bisa saja memicu kebocoran yang merusak lingkungan.
Zhao juga menuduh AS terus mengganggu perdamaian di Laut China Selatan dengan alasan menegakkan kebebasan navigasi.
Kapal Selam Nuklir AS Tabrak Obyek Tak Teridentifikasi di Laut China Selatan, 15 Tentara Luka
Sebelumnya Angkatan Laut AS menjelaskan, USS Connecticut menabrak obyek yang tak disebutkan, menyebabkan 11 tentara luka (sebelumnya disebut 15), dua di antaranya mengalami luka sedang.
Seorang sumber pejabat AS menolak memberikan titik pasti, termasuk kedalaman insiden tabrakan, dengan alasan keamanan operasional.
Beda dengan Indonesia, Filipina Dukung Australia Punya Kapal Selam Nuklir untuk Saingi China
Latihan Gabungan
Dalam kesempatan terpisah, Angkatan Laut AS juga mengungkap dua grup penyerang dipimpin kapal induk USS Ronald Reagan dan USS Carl Vinson melakukan operasi bersama negara-negara lain di Laut Filipina pada 3 Oktober.
Kapal perang AS bergabung dengan JS Ise, helikopter perusak kelas Hyuga milik Pasukan Bela Diri Udara Jepang, dan kapal perang HMS Queen Elizabeth dari Inggris.
“Operasi laut terintegrasi menyatukan 15.000 lebih personel dari enam negara dan menunjukkan kemampuan Angkatan Laut AS untuk bekerja sama dengan jaringan aliansi dan kemitraan yang tak tertandingi dalam mendukung Indo-Pasifik bebas dan terbuka,” bunyi pernyataan.
Editor: Anton Suhartono