Kapal Tanker Meledak Dekat Pantai Saudi, Iran Sebut Serangan Pengecut

Anton Suhartono ยท Minggu, 13 Oktober 2019 - 11:24 WIB
Kapal Tanker Meledak Dekat Pantai Saudi, Iran Sebut Serangan Pengecut

Iran menyebut serangan terhadap kapal tanker Sabiti sebagai tindakan pengecut (Foto: EPA)

RIYADH, iNews.id - Iran menyebut ledakan yang mengguncang kapal tanker Sabiti (sebelumnya disebut Sanitized) di lepas pantai Jeddah, Arab Saudi, sebagai serangan pengecut.

Pemilik kapal yang merupakan perusahaan nasional Iran, National Iranian Tanker Company (NITC) menyebut kapal diserang oleh dua rudal pada Jumat (11/10/2019) di Laut Merah, sekitar 100 kilometer dari pantai Jeddah.

Baca Juga: Kapal Tanker Iran Meledak di Lepas Pantai Saudi, Minyak Tumpah ke Laut Merah

Namun NITC menepis serangan itu datang dari arah Arab Saudi, meskipun kedua negara sedang bersitegang terkait insiden dua fasilitas minyak Aramco yang diterjang puluhan rudal dan drone buatan Iran pada bulan lalu.

Dalam surat elektronik yang diterima Saudi Press Agency (SPA), kapten kapal menjelaskan bagian depan tanker hancur menyebabkan minyak mentah tumpah ke Laut Merah.

“Setelah menganalisis informasi oleh pusat koordinasi dengan tujuan untuk memberikan bantuan yang diperlukan, (kapal) mematikan sistem pelacakan tanpa menanggapi panggilan pusat,” kata laporan itu.

Sementara itu Arab Saudi berkomitmen memberikan bantuan kepada Sabiti serta menegaskan akan terus menjaga keamanan dan keselamatan pelayaran serta hukum maritim internasional.

Juru bicara Pemerintah Iran menyebutkan serangan ini sebagai tindakan pengecut. Iran akan merespons serangan ini setelah mempelajari fakta-fakta yang ada.

“Iran menghindari ketergesa-gesaan dan dengan hati-hati menyelidiki apa yang terjadi dan mempelajari fakta-fakta,” kata juru bicara pemerintah, Ali Rabei, dikutip  dari kantor berita IRNA.

"Respons yang tepat akan diberikan kepada para perancang serangan pengecut ini, tapi kami akan menunggu sampai semua aspek diklarifikasi," katanya, lagi.

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Ali Shamkhani mengatakan, pihaknya sudah memiliki petunjuk tentang siapa yang berada di balik serangan rudal ini.

“Pembajakan laut dan kejahatan di perairan internasional tidak akan dibiarkan begitu saja,” ujarnya, dikutip dari ISNA.

Pada awal Mei 2019, kapal Iran lainnya, Happiness 1, rusak di lokasi yang tak bejauhan dengan serangan Sabiti di lepas pantai Jeddah. Kapal lalu ditarik ke Saudi untuk diperbaiki dan berlayar kembali pada 21 Juli.


Editor : Anton Suhartono