Kasus Covid-19 Melonjak, Penumpang KRL di Manila Dilarang Ngobrol

Anton Suhartono ยท Sabtu, 18 Juli 2020 - 14:30 WIB
Kasus Covid-19 Melonjak, Penumpang KRL di Manila Dilarang Ngobrol

Filipina terapkan larangan mengobrol bagi penumpang LRT dan MRT di Metro Manila untuk mencegah penyebaran virus corona (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Otoritas transportasi Filipina melarang para penumpang kereta listrik di Metro Manila mengobrol, baik sesama penumpang maupun melalui perangkat teknologi.

Juru Bicara Otoritas Light Rail Transit (LRTA) Hernando Cabrera mengatakan, tujuan pemberlakuan aturan ini untuk mencegah penyebaran virus corona, di mana wilayah Manila mengalami lonjakan kasus sejak pelonggaran lockdown.

"Kami benar-benar menerapkan kebijakan larangan mengobrol," kata Cabrera, dikutip dari Xinhua, Sabtu (18/7/2020).

Aturan ini, lanjut dia, mencakup larangan bagi penumpang untuk berbicara melalui telepon seluler atau perangkat teknologi lainnya di dalam kereta yang beroperasi di Metro Manila.

Menurut Cabrera, jalur LRT-2 sudah menerapkan aturan larangan mengobrol ini. Kebijakan itu pertama kali diterapkan oleh Metro Rail Transit 3 (MRT-3).

Untuk saat ini, pihaknya belum memberikan sanksi kepada pelanggar. Petugas hanya memberikan teguran dan diberikan pemahaman agar tidak berbicara di kereta.

"Kemudian kami akan mengevaluasi langkah selanjutnya. Jika komuter mealanggar aturan ini, kami terpaksa menerapkan tindakan lebih keras kepada mereka," katanya.

Para ilmuwan internasional mengatakan, virus corona dapat menyebar dari percikan yang keluar dari mulut seseorang, baik saat berbicara, batuk, maupun bersin, lalu melayang di udara maupun menempel di permukaan benda. Potensi penularan melalui udara di dalam ruangan dengan ventilasi buruk bisa lebih besar lagi.

Editor : Anton Suhartono