Kawin Lari dengan Pria Hindu, Gadis Muslim India Diikat dan Dicambuk

Nathania Riris Michico ยท Minggu, 07 Oktober 2018 - 15:09 WIB
Kawin Lari dengan Pria Hindu, Gadis Muslim India Diikat dan Dicambuk

Seorang gadis Muslim diikat ke pohon dan dicambuk tanpa ampun oleh sekelompok penduduk desa di Bihar, India karena kawin lari dengan seorang anak laki-laki Hindu. (Foto: Times of India)

NAWADA, iNews.id - Seorang gadis Muslim diikat di pohon dan dicambuk tanpa ampun oleh sekelompok warga desa di Bihar, India. Dia dicambuk karena kawin lari dengan seorang pria Hindu.

Perempuan muda yang merupakan putri dari warga bernama Mohammad Farid Ansari asal Nawada, Bihar selatan, itu jatuh cinta dengan Rupesh Kumar, putra Arjun Rajvanshi. Keduanya belajar di sekolah negeri setempat.

Ketika orangtua perempuan itu mengetahui putrinya jatuh cinta dengan pria Hindu, mereka mencegahnya pergi ke sekolah. Mereka juga memperingatkan putrinya agar tidak bertemu kekasihnya.

Namun, perempuan tersebut nekat bertemu pria pujaan hatinya secara terus-menerus.

Pada 30 September, dia kawin lari dengan kekasihnya meski hubungan mereka ditentang keluarga. Setelah tiga hari dilakukan pencarian secara ekstensif, dia ditemukan di desa tetangga pada Kamis (4/10/2018).

Namun, pria kekasih gadis tersebut melarikan diri.

Selanjutnya, anggota keluarganya membawa perempuan itu ke desa Jogia-Maran dan digelar sidang ala pengadilan desa. Pengadilan menyatakan tindakan kawin lari merupakan masalah serius.

Gadis itu lantas diikat ke pohon dan dicambuk oleh penduduk desa sampai jatuh pingsan. Dia tetap dalam kondisi terikat selama sekitar lima jam sebelum polisi setempat tiba di lokasi dan menyelamatkannya.

“Saya suka pria itu dan akan menikah dengannya apa pun yang terjadi. Saya siap untuk hukuman apa pun," kata perempuan yang tak disebutkan namanya itu, seperti dilaporkan Times of India, Minggu (7/10/2018).

Dia mengaku sudah dewasa dan berhak memutuskan tentang masa depannya.

“Saya tidak percaya pada kasta atau agama. Saya berusia 19 tahun dan bisa memutuskan siapa yang harus saya nikahi, maupun siapa yang tidak," ujarnya.

Pihak kepolisian menyatakan masih menyelidiki kasus tersebut.

"Kami sudah mendaftarkan kasus ini dan penggerebekan dilakukan untuk menangkap orang-orang yang dituduh," kata petugas polisi setempat, Sanjay Kumar, merujuk pada orang-orang menyiksa korban.

Ayah gadis itu mengaku ingin menikahkan putrinya dengan seorang pria yang cocok dari komunitas mereka sendiri.

Namun, putrinya keluar dari rumah dengan beberapa alasan saat tidak ada listrik pada malam hari dan melarikan diri.

Masalah "cinta" masih tabu bagi masyarakat Bihar yang konservatif. Mereka masih menerapkan "hukum desa", seperti dibuang dari desa hingga hukuman berat lain untuk pelanggaran masalah hubungan asmara terlarang.


Editor : Nathania Riris Michico