Keajaiban Gempa Maroko, Perempuan Ini Masih Hidup meski Tertimbun Reruntuhan
“Saya baru saja naik ranjang bersiap untuk tidur saat keadaan mulai terasa goyah,” katanya.
Awalnya dia mengira ada kebakaran di tetangganya. Namun kelamaan guncangan itu dirasa tak biasa karena membuat ruangan kamarnya berputar.
“Saya mendengar orang-orang berteriak kemudian sadar bahwa ini adalah gempa bumi,” ujar Khadijah.
Dia langsung berlari keluar apartemen tanpa mengenakan sepatu juga tanpa ponselnya. Khadijah juga merasakan tangga apartemennya berguncang saat dituruni.
“Saat itu, saya mengira tidak mungkin bisa keluar (dari gedung). Sebenarnya gempa itu sangat singkat tapi terasa sangat lama. Orang-orang menangis, takut, dan semua saling berpelukan,” ujarnya.
Sejauh ini sedikitnya 2.012 orang tewas dan 2.059 orang terluka akibat gempa tersebut. Marrakesh merupakan kota terbesar keempat di Maroko yang berjarak sekitar 70 km dari episentrum gempa di Ighil, Provinsi Al Haouz.
Gempa kali ini merupakan yang paling mematikan sejak 1960. Sebagian besar korban tewas berada di Dataran Tinggi Atlas.
Editor: Anton Suhartono