Kebakaran Semburkan Asap Beracun, Warga Australia Dilarang Keluar

Nathania Riris Michico ยท Kamis, 30 Agustus 2018 - 09:29 WIB
Kebakaran Semburkan Asap Beracun, Warga Australia Dilarang Keluar

Asap kebakaran di West Footscray dilihat dari Port Melbourne. (Supplied: Kate Arnott)

MELBOURNE, iNews.id - Kebakaran pabrik besar terjadi di kawasan Melbourne Barat, Australia, Kamis (30/8/2018). Kebakaran memicu munculnya asap beracun di udara.

Warga wilayah itu diminta tetap tinggal di dalam rumah, menutup pintu, dan jendela setelah adanya asap beracun.

The Metropolitan Fire Brigade (MFB) menyatakan kebakaran di West Footscray dimulai pukul 05.00. Sekitar 80 petugas berupaya memadamkan api dan mengerahkan 30 truk pemadam.

MFB memperingatkan adanya asap beracun dalam jarak dua kilometer dari pabrik tersebut, dan sudah mengeluarkan peringatan waspada untuk mereka yang tinggal sekitar 500 meter dari lokasi untuk berlindung dalam rumah.

Beberapa sekolah Katolik di kawasan sekitar juga diliburkan. Orangtua dari beberapa sekolah negeri di sekitar juga diberitahu agar anak-anak mereka tidak masuk sekolah.

"Karena kebakaran di West Footscray, kami tidak akan mengizinkan anak-anak bermain di luar ruangan hari ini. Kalau anak-anak anda mengalami kesulitan bernapas, sebaiknya mereka tidak harus ke sekolah," imbau petugas kepada para orang tua.

Petugas MFB, Ken Brown, mengatakan usaha mereka untuk mencegah kebakaran tidak menyebar ke pabrik-pabrik di sekitarnya berhasil. Mereka menggunakan busa untuk memadamkan api.

Pabrik yang merangkap gudang itu berisi bahan kimia seperti acetone dan bahan untuk melakukan pengelasan. Ledakan dari bahan kimia tersebut menjadi salah satu hal yang harus ditangani petugas saat mereka tiba.

"Ada beberapa drum berisi 44 galon bahan kimia meledak dan membubung ke udara, hal yang menjadi masalah bagi petugas," kata Brown.

Sebelumnya, Asisten Kepala Pemadam Kebakaran Melbourne, Rob Purcell mengatakan para warga harus menutup jendela dan pintu rumah mereka guna mencegah asap beracun dari kebakaran masuk ke dalam rumah.

"Semua asap selalu beracun, khususnya yang warnanya hitam, karena ada hidrokarbon di dalamnya, dan itulah mengapa asapnya hitam," kata Purcell.

"Menghirup udara seperti ini akan merusak kesehatan kita."

Walau menimbulkan kemacetan di daerah sekitar lokasi, namun asap kemudian bergerak ke arah pantai, sehingga tidak ada rencana untuk mengungsikan penduduk dan juga penutupan jalan.


Editor : Nathania Riris Michico