Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ukraina Mungkin Gelar Referendum Tahun Ini untuk Serahkan Wilayah ke Rusia
Advertisement . Scroll to see content

Kebobolan, Menhan Inggris Dapat Telepon Prank dari Orang Mengaku Perdana Menteri Ukraina

Jumat, 18 Maret 2022 - 10:28:00 WIB
Kebobolan, Menhan Inggris Dapat Telepon Prank dari Orang Mengaku Perdana Menteri Ukraina
Ben Wallace dapat telepon prank dari seseorang mengaku PM Ukraina (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

LONDON, iNews.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Inggris Ben Wallace mendapat telepon prank dari seseorang yang mengaku sebagai Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal. Pembicaraan telepon itu terkait dengan konflik Ukraina.

Wallace pun menuduh Rusia di balik telepon palsu tersebut dengan menyebutnya sebagai cara kotor. Tidak jelas siapa sosok di balik telepon prank itu, namun Wallace mengaitkannya dengan invasi Rusia ke Ukraina. Inggris merupakan negara Eropa yang mengecam keras invasi Rusia.

Dia sempat menerima telepon dan bicara seperti biasa sampai tersadar setelah sang penelepon menyampaikan beberapa pertanyaan menyesatkan.

"Tidak ada disinformasi, distorsi, dan cara kotor Rusia yang bisa mengalihkan perhatian dari pelanggaran hak asasi manusia dan invasi ilegal Rusia ke Ukraina. Upaya putus asa," kata Wallace, dalam cuitan, seperti dilaporkan kembali BBC, Jumat (18/3/2022).

Seorang sumber di Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan, panggilan telepon itu dilakukan cukup canggih dan tidak menggunakan nomor ponsel pribadi Wallace. Panggilan itu ditujukan melalui departemen lain.

Kementerian Pertahanan menyatakan Wallace telah memerintahkan penyelidikan segera atas kejadian ini.

Ternyata Wallace bukan satu-satunya menteri Inggris yang kena prank. Menteri Dalam Negeri Priti Patel juga mengaku menjadi korban telepon orang tak bertanggung jawab. Peristiwa itu terjadi pada awal pekan ini.

"Ini juga terjadi pada saya awal pekan ini. Upaya menyedihkan di masa-masa sulit untuk memecah belah kita. Kami mendukung Ukraina," ujar Patel.

Editor: Anton Suhartono

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut