Kecam China soal Korona, Trump: Dunia Membayar Apa Mereka Lakukan

Nathania Riris Michico ยท Jumat, 20 Maret 2020 - 08:20 WIB
Kecam China soal Korona, Trump: Dunia Membayar Apa Mereka Lakukan

Presiden AS Donald Trump menghadiri teleconference dengan gubernur di markas Badan Manajemen Darurat Federal, 19 Maret 2020, di Washington. (FOTO: Evan Vucci / POOL / AFP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengecam China karena tidak memberi tahu dunia sejak awal soal virus korona dan asal usulnya. Dia juga mengatakan AS sedang melacak vaksin dengan cepat agar bisa digunakan bagi pasien.

Trump menuduh bahwa dunia saat ini tengah membayar akibat dari kurangnya transparansi China soal pandemi di sana.

"Virus itu bisa saja terkurung pada satu daerah di China tempat di mana (wabah) dimulai. Dan tentu saja dunia membayar harga yang besar untuk apa yang mereka (China) lakukan," kata Trump, seperti dilaporkan AFP, Jumat (20/3/2020).

Trump mengatakan pihak berwenang AS melacak antimalaria chloroquine dan hydroxychloroquine yang dapat dilacak dengan cepat untuk digunakan sebagai pengobatan virus korona. Dia ingin obat itu segera tersedia.

Obat-obatan ini adalah bentuk sintetis dari kina, yang ditemukan di kulit pohon cinchona Amerika Latin dan digunakan untuk mengobati malaria selama berabad-abad.

Ketika jumlah korban korona makin melonjak di Italia, Perdana Menteri Giuseppe Conte mengatakan isolasi nasional, yang telah ditiru di seluruh Eropa, akan diperpanjang hingga 3 April.

Prancis juga memperdebatkan perpanjangan isolasi dua pekan yang diperintahkan pekan ini oleh Presiden Emmanuel Macron. Menteri dalam negeri Prancis mengecam warga 'idiot' yang melanggar aturan tetap di rumah dan memicu orang lain dalam risiko tertular.

Di Inggris, Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan negara itu dapat mengubah gelombang virus korona dalam waktu 12 pekan -tetapi hanya jika warga mengindahkan perintah menghindari kontak dengan orang lain.

Penyakit ini terus melanda tokoh terkenal, yang terbaru negosiator Brexit Uni Eropa Michel Barnier dan Pangeran Albert II dari Monako di antara mereka yang dinyatakan positif.

Editor : Nathania Riris Michico