Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Hemat Energi, Bangladesh Pangkas Jam Kerja hingga Batasi Dekorasi Pernikahan
Advertisement . Scroll to see content

Kecam Myanmar, Bangladesh Kewalahan Tampung Pengungsi Rohingya

Minggu, 03 Maret 2019 - 14:26:00 WIB
Kecam Myanmar, Bangladesh Kewalahan Tampung Pengungsi Rohingya
Para pengugsi Rohingya meneriakkan slogan-slogan saat ikut serta dalam sebuah unjuk rasa di kamp pengungsi Kutupalong untuk menandai peringatan satu tahun pengungsian besar-besaran mereka. Cox’s Bazar, Bangladesh. (foto: Reuters/Mohammad Ponir Hoss
Advertisement . Scroll to see content

DHAKA, iNews.id - Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque mengatakan negaranya tidak bisa lagi menampung pengungsi dari Myanmar. Setelah 18 bulan, lebih dari 700 ribu Muslim Rohingya menyelamatkan diri masuk ke Bangladesh.

Serangan pemberontak Rohingya terhadap pos militer Myanmar di Negara Bagian Rakhine disusul operasi penumpasan oleh militer Myanmar menyebabkan ratusan ribu warga mengungsi. Amerika Serikat (AS), Inggris, dan negara lain menuduh militer Myanmar melakukan pembersihan etnis, namun dibantah oleh Myanmar.

Haque menuduh Myanmar memberi janji kosong dan bermacam tindakan demi merintangi usaha perundingan mengenai kepulangan pengungsi Rohingya ke Rakhine. Tidak seorang pun dari pengungsi, kata Haque, yang dengan sukarela mau pulang karena tidak adanya suasana kondusif di sana.

Myanmar menyatakan siap menerima kepulangan Muslim Rohingya itu sejak Januari, namun PBB mengatakan kondisi di sana masih belum tepat bagi pengungsi untuk pulang. Rohingya sendiri menyatakan ingin ada jaminan keamanan dan diakui sebagai warga negara sebelum kembali ke Myanmar.

Negara-negara Barat anggota Dewan Keamanan PBB menyesalkan kurangnya tindakan dari pemerintah Myanmar.

Editor: Nathania Riris Michico

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut