Kecanduan Game, Bocah 11 Tahun Ini Curi Uang Ibunya Rp42 Juta

Anton Suhartono ยท Jumat, 24 September 2021 - 11:01:00 WIB
Kecanduan Game, Bocah 11 Tahun Ini Curi Uang Ibunya Rp42 Juta
Seorang bocah 11 tahun yang kecanduan game mencuri uang ibunya Rp42 juta (Foto: Reuters)

SINGAPURA, iNews.id - Seorang ibu terkejut uang sebesar 4.000 dolar Singapura atau sekitar Rp42 juta dicuri putranya yang kecanduan game.  Anak laki-laki berusia 11 tahun tersebut mencuri uang ibunya dalam kurun 3 bulan. Uang tersebut sebagian besar dihabiskan untuk memenuhi kesenangannya bermain game, sebagian lain untuk mentraktir temah-teman.

Dilaporkan Shin Min Daily News, perempuan bernama Linda (43) itu baru sadar setelah curiga putranya tidak meminta uang jajan untuk waktu lama. Kecurigaan memuncak pada 12 September lalu setelah menemukan uang 58 dolar dalam dompet putranya.

Setelah itu Linda memantau dan menanyai putranya dengan intensif. Anak tersebut akhirnya mengaku mencuri uang ibunya dari dompet. 

Uang itu digunakan bersenang-senang membeli kartu online untuk menambah kredit game mobile serta mentraktir teman di restoran mewah.

Hal yang mengejutkan Linda, putranya tidak memiliki ponsel. Dia hanya diperbolehkan menggunakan ponsel sepupunya selama 2 jam setiap hari, itu pun setelah selesai mengerjakan PR.

“Saya mengecek transaksi dan mendapati pada awalnya dia mengisi ulang kredit puluhan dolar, tapi perlahan meningkat menjadi lebih dari 100 dolar. Kemudian pada hari tertentu, jumlahnya lebih dari 600 dolar,” kata Linda, seperti dilaporkan kembali World of Buzz, Jumat (24/9/2021).

Secara total, anak itu menghabiskan sekitar 3.500 dolar untuk bermain game dan 500 dolar untuk mentraktir teman-temannya. Itu setara dengan dua bulan pengeluaran rumah tangga keluarga tersebut.

Menurut perempuan pemilik salon itu, dia biasanya mencairkan pemasukan dari salon setiap hari namun tidak pernah mengamati adanya kejanggalan dengan uang di dompet.

Setelah kejadian ini dia akan lebih berhati-hati menjaga uang, apalagi jika menberikan dampak buruk bagi putranya. Dia juga berbagi pengalaman ini ke publik agar orangtua lain menyadari bahayanya kecanduan game pada anak-anak.

Editor : Anton Suhartono

Bagikan Artikel: