Kedubes AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah, Perang Saudi-Houthi Bakal Meluas Cepat
Seorang warga AS, termasuk salah satu dari 13 korban tewas, akibat serangan Houthi ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 Oktober lalu. Warga asing lainnya turut menjadi korban tewas dan luka.
Kedubes AS mendesak warga negaranya yang bepergian ke atau dari Timur Tengah untuk terus memantau perkembangan operasional bandara dan maskapai penerbangan. Mereka juga diminta menyiapkan rencana darurat sebelum melakukan perjalanan.
Washington turut memperingatkan bahwa ancaman keamanan tidak hanya terbatas pada Arab Saudi maupun negara-negara yang terlibat langsung dalam konflik.
“Iran dan kelompok-kelompok yang mendukung Iran bisa menargetkan kepentingan AS lainnya di luar negeri atau di lokasi yang terkait dengan AS dan warga Amerika di seluruh dunia, termasuk bisnis AS dan lembaga-lembaga lainnya,” demikian isi pernyataan tersebut.
Peringatan ini mengindikasikan kekhawatiran AS terhadap potensi meluasnya ancaman keamanan akibat konflik regional. Serangan terhadap infrastruktur sipil dan gangguan penerbangan juga dapat berdampak pada mobilitas warga internasional, terutama mereka yang bepergian melalui negara-negara Timur Tengah.
Kedubes AS pun meminta warganya untuk tidak mengabaikan perkembangan situasi keamanan dan mempersiapkan langkah antisipasi jika terjadi peningkatan permusuhan secara mendadak.
Editor: Anton Suhartono